Inflasi Palembang 0,04 persen
Senin, 2 April 2012 14:51 WIB
Jembatan Ampera icon Kota Palembang. (FOTO ANTARA/Budisantoso Budiman/11)
Palembang (ANTARA Sumsel) - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan mengungkapkan Kota Palembang pada Maret 2012 mengalami inflasi sebesar 0,04 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik Sumsel Haslani Haris di Palembang, Senin mengatakan, inflasi tersebut ditunjukkan oleh kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 129,56 persen pada Februari 2012 menjadi 129,61 persen di bulan Maret 2012.
Menurut dia, inflasi pada Maret di kota tersebut disebabkan kenaikan IHK pada kelompok bahan makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau (0,68 persen), perumahan, air, listrik dan bahan bakar (0,41 persen), sandang (0,39 persen), kesehatan (0,34 persen), pendidikan, rekreasi dan olahraga (0,01 persen) serta kelompok transportasi dan komunikasi (0,03 persen).
"Sementara inflasi tahun kalender 2012 di Kota Palembang adalah -0,23 persen, sedangkan inflasi Maret 2012 terhadap Maret 2011 adalah sebesar 3,82 persen," katanya.
Pantauan harga pada 66 kota di Indonesia, lanjutnya, menunjukkan bahwa 34 kota mengalami inflasi, 32 kota deflasi. Inflasi tertinggi di Kota Ambon (1,33 persen), terendah di Kota Malang (0,01 persen).
Sementara deflasi tertinggi di Kota Jayapura -1,44 persen dan terendah Kota Pekanbaru (-0,03 persen).
Selanjutnya, pantauan harga 360 komoditas pada sejumlah pasar tradisional seperti Pasar 16 Ilir, Cinde, Lemabang dan Pasar KM-5 termasuk beberapa pasar modern di Kota Palembang, Maret 2012 secara umum mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya.
"Berdasarkan pantauan 360 komoditas tersebut, terdapat 60 komoditas yang mengalami kenaikan harga, 30 komoditas terjadi penurunan dan sisanya tidak mengalami perubahan," katanya.
Dikatakannya, komoditas yang kenaikan harganya memberikan andil cukup berarti terhadap inflasi tersebut adalah gula pasir, papan dan elpiji.
Kenaikan harga gula pasir 3,01 persen memberikan andil inflasi 0,04 persen, kemudian kenaikan harga papan 7,89 persen menyumbang inflasi 0,03 persen dan kenaikan harga elpiji 0,57 persen menyebabkan inflasi bertambah 0,02 persen.
Haslani menambahkan, jika melihat inflasi 16 kota di Sumatera pada Maret 2012, terdapat tujuh kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi di Kota Lhokseumawe (0,55 persen ), terendah Kota Palembang (0,04 persen).
Deflasi tertinggi terjadi di Kota Sibolga -0,44 persen dan terendah di Kota Pekanbaru -0,03 persen. (ANT-M033)
Kepala Badan Pusat Statistik Sumsel Haslani Haris di Palembang, Senin mengatakan, inflasi tersebut ditunjukkan oleh kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 129,56 persen pada Februari 2012 menjadi 129,61 persen di bulan Maret 2012.
Menurut dia, inflasi pada Maret di kota tersebut disebabkan kenaikan IHK pada kelompok bahan makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau (0,68 persen), perumahan, air, listrik dan bahan bakar (0,41 persen), sandang (0,39 persen), kesehatan (0,34 persen), pendidikan, rekreasi dan olahraga (0,01 persen) serta kelompok transportasi dan komunikasi (0,03 persen).
"Sementara inflasi tahun kalender 2012 di Kota Palembang adalah -0,23 persen, sedangkan inflasi Maret 2012 terhadap Maret 2011 adalah sebesar 3,82 persen," katanya.
Pantauan harga pada 66 kota di Indonesia, lanjutnya, menunjukkan bahwa 34 kota mengalami inflasi, 32 kota deflasi. Inflasi tertinggi di Kota Ambon (1,33 persen), terendah di Kota Malang (0,01 persen).
Sementara deflasi tertinggi di Kota Jayapura -1,44 persen dan terendah Kota Pekanbaru (-0,03 persen).
Selanjutnya, pantauan harga 360 komoditas pada sejumlah pasar tradisional seperti Pasar 16 Ilir, Cinde, Lemabang dan Pasar KM-5 termasuk beberapa pasar modern di Kota Palembang, Maret 2012 secara umum mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya.
"Berdasarkan pantauan 360 komoditas tersebut, terdapat 60 komoditas yang mengalami kenaikan harga, 30 komoditas terjadi penurunan dan sisanya tidak mengalami perubahan," katanya.
Dikatakannya, komoditas yang kenaikan harganya memberikan andil cukup berarti terhadap inflasi tersebut adalah gula pasir, papan dan elpiji.
Kenaikan harga gula pasir 3,01 persen memberikan andil inflasi 0,04 persen, kemudian kenaikan harga papan 7,89 persen menyumbang inflasi 0,03 persen dan kenaikan harga elpiji 0,57 persen menyebabkan inflasi bertambah 0,02 persen.
Haslani menambahkan, jika melihat inflasi 16 kota di Sumatera pada Maret 2012, terdapat tujuh kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi di Kota Lhokseumawe (0,55 persen ), terendah Kota Palembang (0,04 persen).
Deflasi tertinggi terjadi di Kota Sibolga -0,44 persen dan terendah di Kota Pekanbaru -0,03 persen. (ANT-M033)
Pewarta :
Editor : Yudi Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PUSRI raih penghargaan distinction In Program Excellence pada SDG Innovation 2026
05 August 2026 20:39 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Pertamina EP Prabumulih Field olah limbah sabut kelapa jadi alat penanggulangan tumpahan minyak
13 September 2026 14:00 WIB
Unit Usaha Syariah Bank Sumsel Babel raih predikat sangat bagus dan peringkat dua nasional
11 September 2026 21:03 WIB
Bank Sumsel Babel gelar Sultan Muda Goes to OKU Timur dorong literasi keuangan UMKM
11 September 2026 20:51 WIB
Lewat Batik Boek Khaman, Pertamina EP Limau Field berdayakan perempuan di Muara Enim
11 September 2026 20:44 WIB