Tujuh siswa di Pagaralam keracunan
Jumat, 25 November 2011 14:44 WIB
Pagaralam, Sumsel, (ANTARA News) - Tujuh siswa sekolah dasar (SD) di Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Jumat, diduga mengalami keracunan makanan setelah mengkonsumsi jajanan di sekolah.
Di antara korban, yaitu Erpani, Agung, Diah, Aris, dan Eldi, siswa SD Muhammadyah di Dusun Kauman, Kelurahan Besemah Serasan, Kecamatan Pagaralam Selatan.
"Kondisi ketujuh anak tersebut setelah satu jam mengkonsumsi makanan yang dibeli di sekolah itu mulai mengalami mual, muntah, pusing dan muka pucat, sehingga dilarikan ke Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Besemah," kata salah seorang dari orang tua korban, Syamsul.
Anak yang diduga mengalami keracunan itu, tiga orang dirawat di RSD Besemah, dan satu di Klinik Wita Medika, serta tiga orang lagi hanya dilakukan rawat jalan.
"Mereka diduga keracunan setelah menyantap makanan yang banyak dijual di sekitar sekolah, sehingga membuat tubuh korban merasa lemas disertai pusing dan muntah-muntah," kata dia.
Gejala keracunan itu terjadi setelah anak-anak pulang sekolah dan beberapa jam usai mengkonsumsi makanan tersebut.
Bahkan ada yang sempoyongan karena kepalanya terasa pusing disertai mual.
Tidak berapa lama, ia langsung muntah-muntah tanpa henti, kata dia lagi.
Setelah itu, mereka langsung dilarikan ke RSD Besemah sebanyak tiga siswa, dan satu siswa dirawat di klinik, sedangkan tiga siswa lainnya hanya dirawat di rumah.
"Kami mengira hanya masuk angin, setelah diberitahu oleh orang tua siswa yang lain baru diketahui jika ada beberapa anak tadi mengalami keracunan setelah makan jajanan sekolah," kata dia pula.
Menurut dia, sejumlah orang tua murid juga kecewa karena pihak sekolah tidak memberitahukan kejadian itu, dan korban justru disuruh pulang sendiri ke rumah," kata dia.
Kepala SD Muhammadiyah Pagaralam, Sutrisno, membenarkan memang ada empat dari tujuh siswa sekolahnya yang sakit sempat di rawat di rumah sakit, namun bukan keracunan melainkan hanya kondisi badan tidak fit dan ditambah lagi meminum es.
"Berdasarkan pemeriksaan dari dokter, tujuh murid tersebut tidak keracunan, hanya badan saja yang tidak mengizinkan ketika minum es, sehingga terjadi muntah-muntah dan harus dilarikan ke rumah sakit di sini," ujar dia.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pagaralam, dr Rasydi Amri, mengatakan saat ini pihaknya sudah menerjukan petugas untuk memeriksa lokasi dan siswa yang diduga mengalami keracunan tersebut, termasuk mengambil sampel makanan yang dikonsumsi.
"Kita sudah mengambil sampel minuman yang diduga menjadi penyebab keracunan, sisa makanan dikonsumsi serta muntah korban," kata dia lagi.
Sampel makanan dan kotoran itu, kata dia, harus melalui pemeriksaan di laboratorium, untuk menentukan apa penyebab mereka mengalami sakit. (ANT-127)
Di antara korban, yaitu Erpani, Agung, Diah, Aris, dan Eldi, siswa SD Muhammadyah di Dusun Kauman, Kelurahan Besemah Serasan, Kecamatan Pagaralam Selatan.
"Kondisi ketujuh anak tersebut setelah satu jam mengkonsumsi makanan yang dibeli di sekolah itu mulai mengalami mual, muntah, pusing dan muka pucat, sehingga dilarikan ke Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Besemah," kata salah seorang dari orang tua korban, Syamsul.
Anak yang diduga mengalami keracunan itu, tiga orang dirawat di RSD Besemah, dan satu di Klinik Wita Medika, serta tiga orang lagi hanya dilakukan rawat jalan.
"Mereka diduga keracunan setelah menyantap makanan yang banyak dijual di sekitar sekolah, sehingga membuat tubuh korban merasa lemas disertai pusing dan muntah-muntah," kata dia.
Gejala keracunan itu terjadi setelah anak-anak pulang sekolah dan beberapa jam usai mengkonsumsi makanan tersebut.
Bahkan ada yang sempoyongan karena kepalanya terasa pusing disertai mual.
Tidak berapa lama, ia langsung muntah-muntah tanpa henti, kata dia lagi.
Setelah itu, mereka langsung dilarikan ke RSD Besemah sebanyak tiga siswa, dan satu siswa dirawat di klinik, sedangkan tiga siswa lainnya hanya dirawat di rumah.
"Kami mengira hanya masuk angin, setelah diberitahu oleh orang tua siswa yang lain baru diketahui jika ada beberapa anak tadi mengalami keracunan setelah makan jajanan sekolah," kata dia pula.
Menurut dia, sejumlah orang tua murid juga kecewa karena pihak sekolah tidak memberitahukan kejadian itu, dan korban justru disuruh pulang sendiri ke rumah," kata dia.
Kepala SD Muhammadiyah Pagaralam, Sutrisno, membenarkan memang ada empat dari tujuh siswa sekolahnya yang sakit sempat di rawat di rumah sakit, namun bukan keracunan melainkan hanya kondisi badan tidak fit dan ditambah lagi meminum es.
"Berdasarkan pemeriksaan dari dokter, tujuh murid tersebut tidak keracunan, hanya badan saja yang tidak mengizinkan ketika minum es, sehingga terjadi muntah-muntah dan harus dilarikan ke rumah sakit di sini," ujar dia.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pagaralam, dr Rasydi Amri, mengatakan saat ini pihaknya sudah menerjukan petugas untuk memeriksa lokasi dan siswa yang diduga mengalami keracunan tersebut, termasuk mengambil sampel makanan yang dikonsumsi.
"Kita sudah mengambil sampel minuman yang diduga menjadi penyebab keracunan, sisa makanan dikonsumsi serta muntah korban," kata dia lagi.
Sampel makanan dan kotoran itu, kata dia, harus melalui pemeriksaan di laboratorium, untuk menentukan apa penyebab mereka mengalami sakit. (ANT-127)
Pewarta :
Editor : Yudi Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Anggota DPR minta penanganan optimal bagi santri keracunan MBG di Sidoarjo
03 September 2026 16:23 WIB
Cegah keracunan, 22 dapur Makan Bergizi Gratis di OKU resmi kantongi sertifikat laik higiene
03 March 2026 19:13 WIB
Pemerintah tutup sementara dapur MBG bermasalah, terkait keracunan
28 September 2025 16:24 WIB, 2025
Labkesda: Bakteri Salmonella penyebab keracunan siswa di Bandung Barat
28 September 2025 12:52 WIB, 2025
Soal keracunan MBG, Prabowo: Ini masalah besar, kita atasi dengan baik
27 September 2025 19:19 WIB, 2025
Terpopuler - Pendidikan & Kesehatan
Lihat Juga
Gelar Youth Today, AIESEC gaet 800 lebih pendaftar di Universitas Sriwijaya
21 September 2026 13:16 WIB
Polres OI bantu warga, beri layanan berobat gratis antisipasi dampak kabut asap
08 September 2026 18:56 WIB