Pastikan keselamatan satwa, Dirjen KSDAE tinjau Kebun Binatang Gembira Loka

4039 Views

Bayi gajah berusia 7 minggu, Arinta, bersama induknya, yang lahir di Gembira Loka Zoo

Yogyakarta (ANTARA) -- Dalam upaya untuk memastikan kondisi dan keselamatan satwa yang terdampak pandemi Covid-19, Direktur Jenderal (Dirjen) Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Wiratno, meninjau Gembira Loka Zoo (GL Zoo), Sabtu (16/5). 
Selain itu, kunjungan ini pun ditujukkan untuk mengkoordinasikan bantuan terhadap Lembaga Konservasi (LK) di bawah Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI).

Wiratno menyampaikan apresiasinya terhadap pengelola GL Zoo dalam kesehatan satwa selama masa pandemi. Pasalnya, pemasukan utama LK berasal dari pengunjung.

"Kondisi seperti ini yang banyak dihadapi oleh LK di Indonesia saat ini, perlu kerja keras bersama semua pihak termasuk PKBSI untuk turut serta membantu LK," ujarnya.

Pada kunjungannya, Wiratno berkesempatan meninjau proses pembangunan sarana dan prasarana di GL Zoo, terutama pembangunan Zona Cakar 2 atau kandang harimau dan singa. Diarsiteki oleh mantan Direktur Utama Singapore Zoo, Bernard Harrison, Zona Cakar 2 merupakan satu-satunya kandang harimau/singa berstandar internasional di Indonesia saat ini.

Selanjutnya untuk memantau ketersediaan pakan satwa, Wiratno mengunjungi salah satu bangunan baru di GL Zoo yang merupakan gudang pakan dan nutrisi terpadu.

Terakhir, Wiratno pun berkesempatan melihat kondisi bayi gajah berusia 7 minggu yang lahir di masa pandemi COVID-19. Bayi gajah tersebut diberi nama Arinta atau Anak Gajah dari Induk Argo dan Shinta.

Di akhir kunjungannya, Wiratno menegaskan pemerintah melalui KLHK telah mengalokasikan pakan dan obat-obatan bagi LK yang membutuhkan bantuan.

"Karena status satwa di LK umumnya satwa dilindungi, sehingga pemerintah bertanggung jawab memastikan kondisi satwa tersebut dalam keadaan baik dan sehat," tuturnya.

Turut mendampingi kunjungan Dirjen KSDAE, Direktur GL Zoo, KMT A. Tirtodiprojo memaparkan, selama pandemi, kebutuhan pakan satwa sepenuhnya dibebankan pada anggaran perusahan. Meskipun demikian, pihaknya tidak membuka donasi pakan satwa.

"Tapi tetap mempersilahkan bagi masyarakat maupun mitra yang ingin membantu memberikan pakan bagi satwa-satwa di GL Zoo," ungkap pria yang akrab disapa Joko ini.

Sebagai upaya untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, GL Zoo telah menerapkan protokol pencegahan secara ketat kepada semua karyawan dan petugas GL Zoo. Manajemen tidak segan-segan memberikan peringatan hingga sanksi berujung pemberhentian kerja apabila dilakukan pelanggaran berulang terhadap protokol penanganan COVID-19. "Hal ini dikarenakan dapat menimbulkan risiko terhadap satwa yang ada di GL Zoo," tukas Joko.

Pewarta :
Editor : PR Wire
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar