AJC: Hampir setengah ekspor dari Thailand dijalankan melalui bentuk baru perdagangan

4595 Views

Makalah "Non-Equity Modes of Trade in ASEAN: Thailand" dapat diunduh dari Website AJC. (Antara/BUSINESS WIRE)

TOKYO--(Antara/BUSINESS WIRE)-- Perdagangan Thailand tidak lagi mengambil tempat antara pengekspor dan pengimpor independen, atau antara intra-perusahaan dari perusahaan transnasional (TNC), namun juga melalui mode non-ekuitas (NEM) produksi. Mode ekspor ini telah meningkat, mencapai estimasi setidaknya $150 miliar di barang dan layanan, atau 48% total ekspor dari Thailand pada tahun 2016, berdasarkan penemuan baru oleh ASEAN-Japan Centre mengenai NEM dalam laporan (Non-Equity Modes of Trade in ASEAN: Thailand [https://www.asean.or.jp/en/trade-info/nem_papers/]), yang dirilis pada bulan April.

Untuk melihat rilis pers yang multimedia selengkapnya, klik di sini: https://www.businesswire.com/news/home/20200506006169/en/

Perusahaan-perusahaan yang terlibat di beberapa tipe NEM, termasuk kontrak pertanian, subkontrak, manajemen kontrak dan waralaba. Tipe NEM bervariasi berdasarkan industri.

Industri otomotif merupakan salah satu generator ekspor paling tinggi dan pekerjaan di bisnis-bisnis NEM yang terlibat dalam subkontrak. Toko serba ada biasanya dioperasikan melalui perjanjian waralaba dan lisensi.

Bisnis offshoring muncul di beberapa industri, mencerminkan kemajuan dalam kekuatan desain, keterampilan teknologi informasi, dan berbagai minat konsumen. Salah satu contohnya adalah industri konten hiburan. Pendapatan total dari industri tersebut sekitar $6,3 miliar.

Dengan membangun persetujuan NEM dengan TNC, perusahaan lokal dan industri-industrinya bisa memberi manfaat dari sejumlah peluang bisnis. Bagaimanapun juga, ada juga tantangan unyuk perusahaan lokal, terutama karena karakteristik NEM dan pengalaman unik dari pengembangan industri (misalnya dominan perusahaan besar) di Thailand. TNC bisa mengakhiri kontrak mereka dengan mudah, terutama jika kualitas layanan atau persediaan barang tidak memenuhi standar kompetitif atau ketika pemasok yang lebih kompetitif muncul di negara lain.

Karena itu, pemerintah harus membantu dalam pengembangan kapabilitas NEM sehingga pemerintah lokal bisa mengambil keuntungan dari sinergi ekonomi yang digerakkan oleh TNC ketika kompetisi memaksa TNC untuk melakukan perbaikan berkelanjutan dalam kualitas dan harga pemasok.

Karena tidak ada hubungan ekuitas, tata kelola TNC terkadang hampir tidak ada di perusahaan NEM lokal. Dengan demikian pemerintah tidak dapat mengandalkan tingkat kepatuhan dan bimbingan klien asing untuk tata kelola perusahaan-perusahaan NEM lokal.

Pemerintah harus mempertimbangkan untuk menerapkan dan memperkuat kerangka kerja peraturan bagi perusahaan-perusahaan NEM untuk memungkinkan perusahaan NEM mengekspor, mempromosikan inovasi, memperluas lapangan kerja mereka dan meningkatkan secara teknologi.

Baca versi aslinya di businesswire.com: https://www.businesswire.com/news/home/20200506006169/en/

Kontak
ASEAN-Japan Centre
Tomoko Miyauchi
URL: www.asean.or.jp/en/
Email: toiawase_ga@asean.or.jp

Sumber: ASEAN-Japan Centre

Pengumuman ini dianggap sah dan berwenang hanya dalam versi bahasa aslinya. Terjemahan-terjemahan disediakan hanya sebagai alat bantu, dan harus dengan penunjukan ke bahasa asli teksnya, yang adalah satu-satunya versi yang dimaksudkan untuk mempunyai kekuatan hukum.
Pewarta :
Editor : PR Wire
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar