Jamaah kloter 04 embarkasi Batam bersiap menuju Armuzna

id Kemenag Riau

Ilustrasi. Petugas tim mobile crisis Indonesia sedang melakukan persiapan simulasi di depan terowongan Mina sebelum kedatangan jemaah, simulasi dilakukan di tiga tempat Arafah, Muzdalifah, dan Mina, Minggu (14/7/2019). Jemaah yang datang dari berebagai negara di dunia melakukan rangkaian ibadah umroh mulai dari tawaf, shalat, berdoa, bahkan beberapa diantaranya berdesakan untuk bis amencium Kakbah. ANTARA/Hanni Sofia/pri

Kota Pekanbaru (ANTARA) - Sebanyak 448 jamaah calon haji tergabung dalam kloter 4 embarkasi Batam kini menyiapkan diri untuk menuju pelaksanaan ibadah haji yakni Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina), tawaf ifadah dan tawaf wada,  sepekan mendatang.

"Sepekan mendatang jamaah calon haji Riau akan melaksanakan wukuf di Arofah, sehingga perlu mempersiapkan diri untuk melaksanakan tahapan arafah, muzdalifah dan juga Mina atau Armuzna yang menjadi puncak ibadah haji bersama jutaan jamaah dari seluruh dunia," kata Pranata Humas Ahli Muda Kemenag Riau, Vehtria Rahmi di Pekanbaru, Senin.

Menurut Rahmi seperti diinformasikan TPIHI Hasmir, bahwa jamaah dengan resiko tinggi seperti penderita jantung, disarankan untuk membadalkan ibadah melempar jamarat.

Sedangkan jumlah JCH kloter 4 BTH yang akan menuju pelaksanaan Armuzna adalah 443 jamaah dan 5 petugas, sehingga total 448 terdiri atas 202 jamaah pria dan 241 jamaah wanita.
Baca juga: Jamaah haji selesaikan tahap akhir ibadah haji

"Untuk itu terkait persiapan dan proses armuzna, tawaf ifadah, dan tawaf wada, maka jamaah harus memperhatikan hal berikut, yakni membawa pakaian ihram 3 lembar (untuk laki-laki) dan dua lembar dipakai dan 1 lembar di dalam tas," katanya.

Selain itu jamaah disarankan membawa pakaian ganti maximal 2 pasang, membawa peralatan mandi, membawa obat rutin untuk 7 hari, membawa kantong batu kerikil, bagi nafar anal supaya melapor kepada karu paling lambat 11 zulhijjah, karu melapor kekaron, karom melapor kepada ketua kloter juga paling lambat pada 11 zulhijjah.

Berikutnya jamaaah disarankan membawa alat pelindung diri seperti payung, topi, kacamata hitam, mashor, pelembab, watersprai. Membawa alquran dan buku dzikir doa, membawa kursi roda bagi yang membutuhkan untuk aktivitas sekitar tenda.

Jamaah juga harus membawa snack cadangan misalnya kurma, membawa perlengkapan sholat, membawakan tong kencing, membawa alas kaki yang bukan model jepit, membawa KKJH, untuk memudahkan komunikasi supaya memastikan paket data hp cukup.

"Kemudian untuk proses armuzna dan sesuai armuzna, ada 10 hal lagi yang wajib dipahami seluruh jamaah, antara lain, pada Jumat 8 zulhijjah 1440 H, mandi sunah ihram sebelum subuh atau sesudah subuh," katanya.

Jika berangkat sebelum zuhur maka sholat zuhur dan ashar di tenda arafah, jika berangkat sesudah zuhur maka sholat jumat atau zuhur dan ashar di hotel. Jamaah membawa niat haji di hotel sebelum berangkat ke arafah.
Pada Sabtu 9 zulhijjah 1440 H, dimulai pukul 10.00 WAS adalag persiapan wukuf di tenda dan jamaah dalam keadaan berwudhu, jam 12.30 WAS s.d selesai amaliyah wukuf (sholat zuhur dan ashar, khutbah wukuf, zikir dan doa). Mabid di Murdalifah dan mencari batu kerikil.
Baca juga: Kloter 2 embarkasi Batam tunaikan tawaf dan sai

Pada Ahad 10 Zulhijjah 1440 H, jamaah akan melakukan melontar jumrotul Aqobah waktu terlampir dan di pandu oleh petugas. Pada Senin 11 Zulhijjah 1440 H, jamaah melakukan melontar jumrotul Ula, Wustho, dan Aqobah waktu terlampir di pandu petugas maktab.

Selasa 12 Zulhijjah 1440 H, aktivitas jamaah adalah melontar Jumrotul Ula, Wustho dan Aqobah, waktu terlampir di pandu petugas maktab. Bagi Nafar awal wajib keluar dari mina sebelum magrib dan kembali ke hotel.

Pada Rabu 13 Zulhijjah 1440 H, jamaah akan melakukan aktivitas melontar jumrotul ula, Wustho dan aqobah (waktu terlampir dan di pandu petugas maktab, wajib keluar dari mina sebelum magrib dan kembali ke hotel.

Untuk Kamis 14 Zulhijjah 1440 H, jamaah melaksanakan tawaf ifadoh, sai dan tahlul tsani, boleh melaksanakan tawaf ifadhoh, sai dan tahlul tsani tanggal 13 Zulhijjah setelah kembali ke hotel. Bagi yang uzur dan sakit boleh melaksanakan tawaf ifadhoh, sai dan tahlul tsani setelah tanggal 14 Zulhijjah.

Selain itu tawaf wada dilaksanakan paling lambat Senin tanggal 18 Zulhijjah 1440 H/19 Agustus 2019 M. Melaksanakan sholat fardhu selama di arofah dan mina secara jamak qosor.

"Di harapkan kepada karu dan karom menyampaikan atau menginformasikan hal ini pada jamaah," katanya.
Hasmir menambahkan ada waktu waktu terlarang melontar jumarat yakni pada Minggu 10-12 Agustus dari pukul 04.00 AM hingga 10.00 AM, Senin 11-12, dan Selasa (12/8) dari pukul 10.00 AM hingga pukul 02.00 PM.
Baca juga: Seluruh jamaah Aceh tuntaskan tawaf ifadah

Pewarta : Frislidia
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar