Hasil Ijtima Ulama IV diumumkan sore ini

id Ijtima ulama IV, GNPF, lorin, sentul, Bogor, prabowo, pilpres, pemilu

Konferensi pers Ijtima Ulama IV saat jeda shalat zuhur di Lorin Hotel Sentul, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (5/8/2019). (M Fikri Setiawan).

Babakanmadang, Bogor (ANTARA) - Penanggung Jawab Ijtima Ulama IV, Yusuf Muhammad Martak mengatakan bahwa hasil dari Ijtima Ulama IV yang digelar di Lorin Hotel Sentul, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin, diumumkan sore ini.

"Akan berakhir dengan kesimpulan Ijtima Ulama yang keempat. Kita akan memberikan rilis lagi di akhir sekitar pukul 17.00 WIB," ujar Yusuf saat konferensi pers jeda shalat zuhur.

Menurutnya, Ijtima Ulama yang dibuka pukul 09.05 dibuka dengan penyampaian pesan dari Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq yang tengah berada di Makkah, Arab Saudi melalui rekaman suara. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama terkait pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Baca juga: Panitia Ijtima Ulama IV sengaja tak undang partai koalisi Prabowo

Selanjutnya kegiatan diisi dengan penyampaian hasil Ijtima Ulama I, II, dan III yang disambung dangan hasil kajiannya oleh Badan Pekerja Majelis Permusyawaratan Umat Islam Indonesia (MPUII), yakni sebuah aktivitas yang digagas sesuai hasil Ijtima Ulama I.

Sementara itu, Steering Committee (SC) Ijtima Ulama IV, Slamet Ma'arif di tempat yang sama mengatakan bahwa sejak proses Ijtima berlangsung pukul 09.00 WIB hingga jeda shalat zuhur, sedikitnya sudah ada lima masukan dari berbagai ulama yang hadir.

"Ada yang mempertimbangkan kemungkinan masih bergandeng tangan dalam satu tujuan yang sama.Tapi itu daru lima dari sekian yang datang. Bada zuhur kita mulai per provinsi. Ulama dan tokoh yang memberikan masukan setiap provinsi," kata Slamet.

Slamet mengatakan, hasil dari Ijtima Ulama IV itu akan diumumkan dalam konferensi pers terakhir yang rencananya dimulai pukul 17.00 WIB. Menurutnya hasil dari Ijtima Ulama IV akan menjadi arah bagi para ulama yang terlibat.

Pewarta : M Fikri Setiawan
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar