Gerilyawan Al-Houthi serang parade militer, 25 tewas di Aden, Yaman

id Gerilyawan Al-Houthi,Parade militer Yaman,Arab Saudi

Sejumlah tentara terbaring di jalan setelah serangan misil saat parade militer upacara kelulusan bagi prajurit yang baru direkrut di Aden, Yaman, Kamis (1/8/2019). (REUTERS/FAWAZ SALMAN)

Aden, Yaman (ANTARA) - Sedikitnya 25 personel militer tewas pada Kamis dalam dua serangan kelompok gerilyawan Al-Houthi terhadap parade militer di Aden, Yaman, kata satu sumber militer.

"Kelompok Al-Houthi menyerang parade militer di Kamp Al-Jalaa di Kabupaten Al-Buraiqeh," kata satu sumber militer yang tak ingin disebutkan jatidirinya kepada Kantor Berita Turki, Anadolu --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis malam.

Menurut sumber yang sama, serangan tersebut mengakibatkan tewasnya 25 personel militer, termasuk Brigadir Jenderal Mounir Al-Yafie.

Sementara itu, Juru Bicara Al-Houthi Yahia Sarie mengkonfirmasi di dalam satu pernyataan bahwa parade militer tersebut menjadi sasaran oleh satu pesawat tanpa awak dan rudal balistik jarak-menengah.

Pada Kamis pagi, tiga personel keamanan tewas dan puluhan lagi cedera dalam satu serangan bom mobil terhadap satu kantor polisi di Kabupaten Sheikh Othman di Aden.

Yaman terperosok ke dalam perang saudara pada 2014, ketika kelompok Syiah Al-Houthi, yang didukung Iran, menguasai sebagian besar negeri itu, termasuk Ibu Kotanya, Sana;a, dan memaksa pemerintah melarikan diri ke Arab Saudi.

Setahun kemudian, Arab Saudi dan beberapa sekutu Arab melancarkan serangan udara besar di tengah kemunduran peroleh militer Al-Houthi.

Kerusuhan telah memporak-porandakan prasarana dasar di Yaman, termasuk sistem kebersihan dan kesehatannya, dan membuat PBB menggambarkan situasinya sebagai "salah satu bencana kemanusiaan terburuk pada jaman modern".

Sumber: Anadolu
Baca juga: Kelompok Houthi luncurkan drone serang parade militer koalisi Saudi
Baca juga: Serangan "drone" Al-Houthi ke Bandara Arab Saudi lukai sembilan orang
Baca juga: Arab Saudi bebaskan WN Qatar yang diduga jadi mata-mata Al-Houthi

 

Pewarta : Chaidar Abdullah
Editor: Maria D Andriana
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar