Kulon Progo revisi Perda Rencana Induk Pariwisata masukkan bandara

id Ripparda,Kulon Progo,Wisata

Kepala Bidang Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Kulon Progo Sari Wulandari (Foto ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 2019 akan merevisi Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah (Ripparda) antara lain dengan memasukkan bandara baru di daerah itu.

"Alasan direviewnya Perda Ripparda Kulon Progo karena belum mengakomodasi adanya Bandara Internasional Yogyakarta dan KSPN Borobudur," kata Kepala Bidang Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Kulon Progo Sari Wulandari di Kulon Progo, Selasa.

Ia mengatakan saat ini, pihaknya sedang menyiapkan materi revisi Perda Ripparda, supaya dalam waktu dekat segera diserahkan ke DPRD Kulon Progo untuk dibahas.

Revisi perda ini sangat mendesak untuk percepatan pengembangan sektor pariwisata atau industri pariwisata di Kulon Progo.

Baca juga: Pelaku wisata Kulon Progo ikuti sertifikasi pemandu wisata

"Ke depan, adanya pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta dan KSPN Borobudur, Kulon Progo menjadi jalur emas, sehingga potensi wisata yang ada harus segera dibenahi dan ditata," katanya.

Sari mengatakan Perda Ripparda Kulon Progo mengatur penataan kawasan pariwisata di Kulon Progo menjadi tiga kawasan, yaitu Sermo-Kalibiru, Nglinggo-Tritis dan Suroloyo-Sendangsono.

"Kawasan Nglinggo-Tritis diproyeksikan sebagai sumber pendapatan daerah karena sebagai penyangga KSPN Borobudur," katanya.

Lebih lanjut, Sari mengatakan Pemkab Kulon Progo senantiasa mendorong peran serta masyarakat untuk membentuk desa wisata sesuai ciri khas masing-masing dan memfasilitasi pendampingan kepada masyarakat calon pengelola desa wisata.

Baca juga: Kulon Progo kembangkan objek wisata Embung Krapyak di Banjaroya

"Saat ini, di Kulon Progo sudah tumbuh desa wisata, hanya saja masih perlu promosi dan pemantapan potensi lokal supaya lebih ditonjolkan," katanya.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Kulon Progo Hamam Cahyadi mendesak pemerintah setempat menyusun rencana "detail engineering design" objek wisata dan desa wisata menyambut pengembangan Kawasan Strategis Pembangunan Nasional Borobudur, Jawa Tengah.

Hamam mengatakan Pemkab Kulon Progo harus belajar pengembangan pariwisata dan desa wisata dari Kabupaten Megelang (Jawa Tengah) yang telah memiliki 90 destinasi wisata dan 33 desa wisata dengan keunikan masing-masing.

Menurut Hamam, Pemkab Magelang telah menyiapkan strategi menyedot wisatawan dengan adanya pembangunan KSPN Borobudur dan Bandara Internasional Yogyakarta Kulon Progo.

"Kita perlu belajar dengan Magelang. KSPN Borobudur disambut betul dengan perencanaan yang matang, yakni pembuatan rencana DED wisata," kata Hamam.

Baca juga: Kelaikan jeep wisata pun diperiksa di Kulon Progo

 

Pewarta : Sutarmi
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar