Pengamat sarankan Jokowi lebur kementerian

id Kementerian indonesia,kursi menteri,kabinet kerja jilid II,menteri jilid II

Emrus Sihombing. (Antara)

Jakarta (ANTARA) - Pengamat komunikasi dan politik Dr Emrus Sihombing menyarankan Presiden Joko Widodo untuk melebur beberapa kementerian menjadi satu pada Kabinet Kerja jilid II.

“Kementerian seperti sekarang ini kan sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu sejak Indonesia merdeka, buatlah kementerian-kementerian baru atau gabungan yang inovatif, efisien, sehingga dapat meningkatkan devisa negara,” kata Emrus yang juga Direktur Eksekutif Lembaga EmrusCorner saat dihubungi Antara, Sabtu.

Baca juga: Pengamat: sebaiknya publik ikut sumbang kriteria menteri saja

Emrus menyarankan untuk menggabung kementerian yang fungsi dan perannya hampir mirip atau bahkan sejalan.

Beberapa kementerian yang dapat digabung, menurut Emrus, di antaranya Kementerian Perindustrian dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kementerian Dalam Negeri dengan Kementerian Sosial.

Baca juga: Pengamat: Kabinet Kerja Jilid II harus diisi profesional

“Kalau kita evaluasi selain begitu dekat atau miripnya kegiatan kementerian-kementerian itu, saya rasa untuk merealisasikan itu (penggabungan) tidak akan sulit, karena sudah ada peraturan-peraturannya, sudah ada ditjen-ditjennya (direktorat jenderal) yang mengkoordinasi, sehingga tidak membangun dari nol lagi,” ujar Emrus.

Emrus berharap Jokowi dapat memikirkan hal yang serupa. Ia pun yakin Presiden merupakan sosok yang memiliki pemikiran terbuka sehingga bisa saja peleburan kementerian dipertimbangkan.

“Saya pikir Presiden terpilih kita adalah tokoh yang progresif, inovatif, dan berpikir visioner. Melihat kepribadian beliau maka sangat mungkin dia membuat terobosan-terobosan baru,” tambahnya.

Untuk diketahui, saat ini Indonesia memiliki 34 kementerian yang bersama-sama menjalankan tugas tertentu dalam pemerintahan Republik Indonesia dan bertanggung jawab kepada Presiden.

Pewarta : Pamela Sakina
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar