World Logistics Council-Kadin tandatangani MoU digitalisasi UKM

id World Logistics Council,Kadin,UMKM,Bukalapak,Platform digital

Chairman World Logistics Council Captain Samuel Salloum bersama Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Kelautan dan Perikanan Yugi Prayanto menandatangani kerja sama digitalisasi platform bagi UMKM di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (25/7/2019). ANTARA/Asep Firmansyah (Asep Firmansyah)

Jakarta (ANTARA) - World Logistic Council bersama Kamar Dagang Indonesia (Kadin) beserta perusahaan E-commerce dan asuransi menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mendigitalisasi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Indonesia menuju pasar global.

Penandatanganan MoU itu digelar di Main Hall Bursa Efek Indonesia dengan pihak yang terlibat yakni PT Asuransi Kresna Mitra Tbk, Bukalapak, Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan, dan World Logistics Council.

Chairman World Logistics Council Captain Samuel Salloum mengatakan bahwa penandatangan MoU sangat penting untuk mendorong para pelaku usaha di Indonesia dan mitra dagang mereka agar lebih kompetitif untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih besar melalui digital platform.

"Platform ekonomi digital ini memberikan ribuan aplikasi bisnis gratis yang mendigitalisasi value chain global dari pasar B2B sebesar 150 triliun dolar AS melalui penggunaan Artificial Intelligence, Analisis Big Data, dan teknologi Block Chain," ujar Samuel dalam sambutannya, Kamis.

Menurutnya, asosiasi dan pelaku bisnis menyatakan keinginan mereka untuk mendukung tujuan transformasi ekonomi digital Indonesia.

Cara ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan teknologi canggih guna menciptakan perdagangan baru senilai 156 miliar dolar AS dan menghasilkan 11 juta lapangan pekerjaan di Indonesia.

Platform ini akan diluncurkan melalui program Asia Benchmark Trade Lane (BTL). Sebuah program pengembangan ekonomi yang bertujuan mengefisienkan dan mendorong kemakmuran ekonomi, terutama bagi segmen UKM.

"Platform ini menyediakan integrasi point to world yang mulus melalui plug-in atau portal-in access untuk perusahaan besar, menengah dan kecil untuk mengakses fitur-fitur inovatif yang mengurangi risiko perdagangan, biaya, dan menciptakan akses yang lebih besar ke layanan finansial dan asuransi," ujarnya.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Kelautan dan Perikanan Yugi Prayanto menyambut baik dengan adanya penandatanganan MoU ini.

Menurut dia, rantai pasok logistik akan lebih mudah dan lebih efisien dengan adanya digitalisasi. Apalagi di sektor perikanan faktor distribusi logistik kerap menjadi hambatan karena Indonesia memiliki bentangan perairan yang luas.

"Kolaborasi dengan World Logistics Council ini akan mendukung program kami lebih jauh di Kadin Indonesia Bidang Kelautan dan Perikanan untuk mendigitalisasi rantai pasok perikanan Indonesia." kata dia.

Lewat digital platform ini akan membuka transparansi mengenai rantai suplai seperti kualitas barang yang dihasilkan, asuransi barang, objek dan subjek pelaku bisnis, hingga proses distribusi barang.

"Nah itu nanti sudah tercover dari satu sistem. Malah ada yang dirating secara komputer seperti ini barangnya bagus, ini paymentnya bagus, atau ini kualitasnya kurang. Ini bisa dijalankan untuk mengefisiensi logistik, memangkas biaya logistik yang terlalu besar," kata dia.

Sementara itu, Co Founder dan President Bukalapak Fajrin Rasyid mengatakan bergabungnya Bukalapak di WLC akan membantu pemberdayaan produk dalam negeri untuk bisa masuk ke pasar internasional.

"Semoga hal ini dapat membuka jalan bagi Bukalapak untuk terus berkontribusi memajukan ekonomi digital Indonesia melalui pembangunan infrastuktur logistik berbasis teknologi sehingga dapat membantu pemberdayaan usaha kecil dan menengah," katanya.

Platform Ekonomi Digital ini akan diimplementasikan melalui program Asia BTL selama periode 12 bulan dimulai pada tahun 2020 melalui jalur perdagangan tertentu yang menghubungkan pelaku B2B Indonesia di dalam negeri dan dengan mitra dagang mereka secara global. Implementasi awal direncanakan untuk memasukkan Indonesia dan India.

BTL akan mencakup pembeli, penjual, operator, bea cukai, bank atau asuransi, penyedia layanan perdagangan dan logistik, yaitu setiap orang yang berpartisipasi dalam proses pengiriman dan fasilitasi perdagangan dari rak ke rak.

Baca juga: BI pertemukan UMKM dengan pelaku ekonomi Johor dan Singapura
Baca juga: Pemerintah terus dorong UKM bisa tembus pasar global
Baca juga: UMKM keluhkan sulitnya mengakses KUR BNI Lombok Timur

 

Pewarta : Asep Firmansyah
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar