Pemkab Malang siapkan 28 hektare lahan untuk pengembangan Brawijaya

id Lahan UB Kepanjen,Hibah Lahan Pemkab Malang,Hibah Pemkab Brawijaya,UB,Universitas Brawijaya

Plt Bupati Malang Sanusi (kanan) saat meninjau lahan berstatus eks tanah bengkok desa di Kelurahan Kepanjen, Kabupaten Malang, Rabu (10/7/2019). (Humas Pemerintah Kabupaten Malang)

Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Malang tengah menyiapkan lahan berstatus eks tanah bengkok desa seluas 28 hektare untuk pengembangan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang.

Plt Bupati Malang Sanusi mengatakan bahwa, jika pihak Universitas Brawijaya Malang cocok dengan lahan yang ada, maka nantinya akan ada proses hibah dengan mekanisme yang berlaku dan harus disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang.

"Kalau pihak UB cocok, dan DPRD Kabupaten Malang kemudian menyetujui, tanah ini kemudian akan kita hibahkan," kata Sanusi, di Kepanjen, Kabupaten Malang, Rabu.

Nantinya, mekanisme yang akan diambil untuk proses hibah tersebut tetap sesuai dengan aturan yang berlaku, yakni pihak Universitas Brawijaya Malang akan menyampaikan permohonan hibah kepada Pemerintah Kabupaten Malang.

Kemudian, pihak Pemerintah Kabupaten Malang akan menyampaikan permintaan tersebut kepada Kementerian Dalam Negeri, setelah mendapatkan persetujuan dari DPRD Kabupaten Malang.

Pihak Universitas Brawijaya saat ini tengah mencari lahan baru untuk kepentingan pengembangan gedung Fakultas Kedokteran. Lahan seluas 28 hektare tersebut, berada pada dua kelurahan yakni Kelurahan Kepanjen seluas 12 hektare, dan di Kelurahan Cepokomulyo seluas 16 hektare.

Kebutuhan atas lahan tersebut, lanjut Sanusi, disampaikan oleh Rektor Universitas Brawijaya Nuhfil Hanani pada saat bertemu dengan Pemerintah Kabupaten Malang. Jika nantinya pengembangan Fakultas Kedokteran UB tersebut berada di Kepanjen, diharapkan mampu meningkatkan sektor kesehatan di Kabupaten Malang.

"Selain itu, perekonomian kelurahan serta desa di sekitarnya, akan ikut berkembang," ujar Sanusi.

Sanusi mencontohkan, jika nantinya FKUB tersebut memiliki 3.000 mahasiswa dan tiap bulan mengeluarkan biaya hidup pada kisaran Rp3 juta, maka, akan ada perputaran uang mencapai Rp9 miliar di wilayah tersebut.

Pihak Pemerintah Malang menyatakan, kebutuhan lahan oleh Universitas Brawijaya di wilayah Kabupaten Malang tersebut dilakukan karena di Kota Malang sudah semakin sulit untuk mencari lahan untuk pengembangan dunia pendidikan.

Sanusi menambahkan, selain pengembangan FKUB tersebut, juga ada peluang untuk mengembangkan Fakultas Pertanian di wilayah Kabupaten Malang. jika nantinya rencana tersebut berjalan, pihaknya akan menyiapkan infrastruktur akses jalan untuk mendukung pembangunan FKUB tersebut.

"Mencari lahan di wilayah Kota Malang sulit, karena sudah sangat terbatas. Sehingga UB perlu mengembangkan dunia pendidikan dengan mencari lahan di luar Kota Malang," tutup Sanusi.

Baca juga: Universitas Brawijaya terima hibah hutan 514 hektare
Baca juga: Banten beri hibah Rp50 miliar untuk pembukaan Fakultas Kedokteran Untirta
Baca juga: Bupati desak Undip segera bangun kampus di Batang

 


Pewarta : Vicki Febrianto
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar