Reaktivasi kereta api tidak terhambat warisan budaya dunia

id irwan prayitno

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno. (ANTARA SUMBAR/ Miko Elfisha)

Padang (ANTARA) - Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menyebut pengaktifan kembali jalur kereta api yang menghubungkan bekas tambang batu bara Ombilin Sawahlunto dengan Pelabuhan Teluk Bayur, tidak akan terkendala karena penetapannya sebagai bagian dari Warisan Budaya Dunia UNESCO.

"Saya rasa tidak ada masalah dengan reaktivasi itu. Ini kan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat juga," katanya di Padang, Senin.

Menurutnya untuk kepentingan masyarakat itu memang ada beberapa perombakan yang rencananya akan dilakukan di antaranya mengganti rel lama dengan rel baru yang lebih lebar agar kecepatan kereta api bisa ditingkatkan.

Selain itu jalur antara Kayu Tanam dan Padang Panjang yang memiliki tingkat kemiringan cukup tinggi dan semula menggunakan rel gigi, rencananya diubah menjadi lebih modern dengan metro kapsul.

Hal itu karena lokomotif B204 yang biasa melewati rel bergigi itu, tidak lagi diproduksi.

Namun Irwan menyebut akan berkonsultasi dengan Badan Pengelolaan "Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto" untuk memastikannya.
Baca juga: Menteri BUMN dorong reaktivasi jalur KAI disegerakan

Rel kereta api merupakan bagian tidak terpisahkan dari penetapan "Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto" Sidang ke-43 Komite Warisan Dunia UNESCO PBB di Gedung Pusat Kongres Baku di Baku, Azerbaijan, Sabtu (6/7).

Rel yang terbentang sepangjang 304 kilometer di Sumbar itu, sebagian memang dibangun karena ditemukannya batu bara di Sawahlunto oleh W.H De Grave pada tahun 1871.

Rel kereta api yang telah dibangun dari Pulau Air ke Padang Panjang pada 6 Juli 1887 dan diteruskan ke Bukittinggi pada November 1891, dilanjutkan pembangunannya dari Padang Panjang ke Muaro Kalaban sepanjang 56 kilometer pada Oktober 1892. Jalur itu dilanjutkan lagi menuju Sawahlunto pada 1896 untuk kepentingan mengangkut batu bara.

Jalur kereta api itu memiliki keunikan tersendiri yang tidak dimiliki oleh semua rel di Indonesia, bahkan dunia, yaitu rel gigi.

Rel itu membentang cukup panjang dari Kayu Tanam Kabupaten Padang Pariaman naik ke Padang Panjang terus ke Batu Taba, Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar yang telah berdekatan dengan Danau Singkarak.

Baca juga: Indef nilai reaktivasi rel kereta api tingkatkan perekonomian
Rel gigi (rack railway) ialah sistem rel pegunungan, dengan elevasi kemiringan hingga sekitar 6%, sedang yang menggunakan rel biasa elevasi kemiringan maksimum hanya 1%) dengan rel bergigi khusus yang dinaiki di atas bantalan rel antara rel yang terbentang. Dengan rel itu lokomotif mampu melalui lereng yang curam.

Dahulu, jalur rel Ambarawa-Bedono menggunakan rel gigi, namun kini sudah tak dipakai lagi. Praktis hanya rel gigi di Sumbar yang masih tersisa di Indonesia. Sayang, lokomotif yang bisa melewati jalur itu sekarang juga hampir tidak ada.

Lokomotif diesel yang terakhir melewati jalur itu adalah B204 buatan Swiss Locomotive and Machine Works (SLM). Namun 17 lokomotif itu sekarang tidak siap beroperasi.

Reaktivasi jalur kereta api itu akan masuk dalam rencana strategis Kementerian Perhubungan 2020-2024.
Baca juga: KAI tunda pembongkaran bangunan terdampak reaktivasi rel di Garut

Pewarta : Miko Elfisha
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar