BMKG ingatkan gelombang 3.5 meter di perairan laut NTT

id bmkg ntt,gelombang tinggi,peringatan cuaca

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau, Ota Welly Jenni Thalo. (ANTARA FOTO/Bernadus Tokan)

Kupang (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan, potensi gelombang setinggi 3.5 meter terjadi di wilayah perairan laut Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam beberapa hari ke depan.

Dalam peringatan dini gelombang yang dikeluarkan BMKG, di Kupang, Selasa menyebutkan, potensi gelombang setinggi 3.5 meter terjadi di Selatan Sumba, perairan Selatan Pulau Sumba, Samudera Hindia Selatan NTT dan Laut Timor, selatan NTT.

Potensi gelombang setinggi 3.0 meter terjadi di perairan Selat Sape dan Laut Sawu dan gelombang 2.5 meter berpotensi terjadi di perairan Selatan Kupang Pulau Rote.

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau, Ota Welly Jenni Thalo yang dikonfirmasi  terpisah menjelaskan, gelombang tinggi di wilayah perairan laut NTT dipicu oleh adanya sirkulasi angin di Samudra Pasifik di utara Papua.

"Terdapat pola sirkulasi angin di Samudra Pasifik utara Papua. Pola angin di wilayah utara ekuator umumnya angin bertiup dari Selatan-Barat Daya dengan kecepatan 4-30 knot," katanya.

Sedangkan di wilayah selatan ekuator umumnya angin bertiup dari Timur– Tenggara dengan kecepatan 4-25 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Cina selatan, perairan selatan Banten, Laut Banda, perairan selatan Pulau Buru, perairan timur Sulawesi Tenggara.

Kondisi inilah yang mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut, kata  Jenni Thallo menjelaskan.

Mengenai bahaya, dia mengatakan, gelombang 2-3 meter berbahaya bagi perahu nelayan dan kapal Tongkang, dan 3-4 meter berbahaya bagi perahu nelayan, kapal tongkang, dan kapal ferry.

Serta tinggi gelombang mencapai 4 meter membahayakan bagi semua kapal, kata Jenni Thallo. *

Baca juga: BMKG minta waspadai gelombang perairan Aceh capai 4 meter
Baca juga: BMKG perkirakan suhu udara Indonesia akan lebih panas
 

Pewarta : Bernadus Tokan
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar