100 pengendara di Denver tersesat bareng karena ikuti Google Maps

id google maps,maps,google,navigasi

Ilustrasi (Shutterstock)

Jakarta (ANTARA) - Google Maps memang membantu pengendara menemukan rute terbaik untuk sampai ke tujuan, namun ada baiknya tidak bergantung sepenuhnya pada navigasi aplikasi tersebut.

Baru-baru ini di Denver, Colorado, Amerika Serikat, sekitar 100 pengendara tersasar karena mengikuti Google Maps demi menghindari macet.

Phone Arena melansir siaran televisi lokal Denver7 menuliskan pada Minggu (23/6) lalu, terjadi kecelakaan di ruas jalan menuju Denver International Airport dan pengendara yang mengikuti saran dari Google Maps diminta memutar arah ke jalan lain.

Rute yang disarankan Google Maps menjanjikan waktu tempuh ke bandara hanya 23 menit, hampir separuh dari waktu yang diperlukan jika mengikuti jalan biasa.

Sekitar 100 pengemudi mengikuti saran tersebut. Jalanan semula biasa saja sampai akhirnya mereka diarahkan ke jalan yang belum dibeton, berlumpur dan licin akibat hujan deras.

Beberapa kendaraan tergelincir dan ada kendaraan yang tersangkut di lumpur, roda mobil terus berputar, tapi kendaraan tidak bergerak.

Mobil tidak bisa putar balik karena jalan itu hanya dapat dilewati satu mobil.

Menanggapi kejadian di Denver tersebut, Google menyatakan jalan tersebut tidak ditandai sebagai jalur pribadi, meski sebenarnya itu jalur privat. "Keadaan yang tidak dapat diprediksi" juga dapat menyebabkan insiden saat berkendara, misalnya cuaca.

"Kami mempertimbangkan banyak faktor ketika memberikan rute berkendara, termasuk ukuran jalan dan apakah jalan merupakan rute langsung. Kami terus berusaha memberikan arah terbaik, namun, kendala bisa muncul karena keadaan yang tidak dapat diprediksi seperti cuaca. Kami mengimbau semua pengendara mengikuti aturan setempat, tetap waspada dan menggunakan penilaian terbaik mereka saat berkendara," kata Google.

Baca juga: Google Maps tambah rincian info bagi pengguna kursi roda

Baca juga: Google Maps hapus salah satu fitur andalan

 

Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar