DPR-Kemen PUPR bahas banjir Sultra

id banjir-pupr

Ilustrasi- Foto udara kondisi area persawahan padi yang terendam banjir di Kecamatan Pondidaha, Konawe, Sulawesi Tenggara, Jumat (14/6/2019). (ANTARA FOTO/Jojon/pras).

Kendari (ANTARA) - Komisi V DPR RI bersinergi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membahas penanganan banjir di sejumlah kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara.

Anggota Komisi V DPR RI Ridwan di Kendari, Kamis, mengatakan Komisi V DPR RI dan Kementerian PUPR fokus mengidentifikasi jalan, jembatan, dan infrastruktur pertanian, serta hal strategis lainnya yang rusak akibat banjir.

"Hari ini Menteri PUPR Basuki Hadimuljono berkunjung ke Sultra untuk meninjau dan menggelar rapat dengan pemerintah daerah. Bukan hanya jalan dan jembatan rusak akibat banjir tetapi infrastruktur strategis lainnya," kata Ridwan yang juga politikus Partai Golkar.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa Sekretariat Pemerintah Provinsi Sultra telah mengirimkan telegram kepada bupati, wali kota, serta ketua DPRD untuk daerah terdampak banjir, yakni Kabupaten Konawe Utara, Konawe, Kolaka Timur, dan Kota Kendari perihal pertemuan dengan Menteri PUPR.

Sebelum digelar pertemuan membahas dampak banjir di kantor Gubernur Sultra, kata dia, Menteri PUPR dan anggota Komisi V DPR RI melakukan kunjungan lapangan ke lokasi banjir di Kabupaten Konawe.

"Kehadiran Menteri PUPR tepat untuk mengakumulasi aspirasi dan fakta lapangan terkait kerusakan infrastruktur akibat banjir maupun evaluasi sejumlah proyek strategis nasional yang sedang berjalan di Sultra, seperti pembangunan Jembatan Bahteramas Teluk Kendari dan pembangunan Bendungan Ladongi, Kolaka Timur," kata Ridwan yang juga Ketua DPD Golkar Sultra itu.

Wakil Bupati Konawe Gusli Topan Sabara mengatakan kunjungan Menteri PUPR dan Komisi V DPR RI itu penting untuk mengakurasi kondisi jalan maupun jembatan serta infrastruktur pendukung lainnya yang rusak akibat banjir.

"Musibah banjir yang meluluhlantakkan Konawe, Konawe Utara, dan Kolaka Timur bukan hanya merusak jalan dan jembatan tetapi infrastruktur pertanian, seperti pematang sawah dan embung," kata dia.

Baca juga: Dua kecamatan di Konawe masih terisolasi akibat banjir
Baca juga: Dampak banjir, empat desa di Konawe masih terisolasi

Pewarta : Sarjono
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar