BPBD Lebak belum cabut tanggap darurat pergerakan tanah

id lebak

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak Kaprawi (ANTARA Foto/Mansyur)

Lebak (ANTARA) -
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak belum mencabut status tanggap darurat bencana pergerakan tanah di Desa Sudamanik, Kecamatan Cimarga yang kini warganya tinggal di tenda pengungsian.

"Kita belum mencabut status tanggap darurat itu," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak Kaprawi di Lebak, Rabu (19/6).

Penetapan status tanggap darurat bencana pergerakan tanah di Desa Sudamanik Kecamatan Cimarga sejak 6 Mei hingga berakhir 4 Juli 2019.

Selama ini, BPBD terus mengoptimalkan bantuan logistik guna mengurangi risiko kebencanaan agar tidak menimbulkan kerawanan pangan.

Selain itu juga warga yang tinggal di tenda pengungsian mendapat jaminan makan, minum dan pemeriksaan kesehatan.

Baca juga: Warga korban pergerakan tanah diminta bangun rumah tahan gempa

"Kita terus mengoptimalkan bantuan logistik dan pengobatan kesehatan agar warga korban pergerakan tanah tetap sehat tinggal di tenda pengungsian," katanya menjelaskan.

Menurut dia, bencana pergerakan tanah tersebut sangat berpotensi terjadi longsoran jika curah hujan di daerah itu meningkat.

Berdasarkan hasil penelitian dari Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung bahwa Desa Sudamanik masuk daerah zona merah dan berpotensi terjadi longsoran dahsyat.

Oleh karena itu, mereka warga yang tinggal di Kampung Jampang Kuning, Desa Sudamanik, harus direlokasi ke lokasi yang aman dari ancaman bencana pergerakan tanah.

Data BPBD tercatat 118 rumah terdampak dengan 44 rumah di antaranya mengalami kerusakan berat serta 22 rumah kerusakan ringan, termasuk mushalla dan 36 unit rumah roboh.

"Kami terus berupaya agar masyarakat di daerah itu bisa dilakukan relokasi ke tempat yang lebih aman," katanya.

Baca juga: BPBD Lebak tetapkan tanggap darurat bencana pergerakan tanah
Baca juga: BPBD Lebak kembali dirikan tenda pengungsian


 

Pewarta : Mansyur suryana
Editor: Ridwan Chaidir
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar