Arus balik masih ada di Cipali, truk barang sudah melintas

id Arus Balik Cikampek,Gerbang Tol Cikampek,Truk barang,Mudik Lebaran 2019,Idul Fitri 1440H,Info Mudik,ramadhan,tradisi lebaran,arus mudik,arus balik

Variable Message Sign (VMS) yang terpampang di ruas tol Cipali, Rabu (12/6), memberitahukan pembatasan kendaraan barang sumbu tiga atau lebih (kecuali mobil bbm dan sembako) melintasi tol ruas Semarang-Jakarta. (Antara/Istimewa/2019)

Jakarta (ANTARA) - Kendaraan-kendaraan yang diperkirakan merupakan arus balik dari tol Cipali ke arah Jakarta masih ada, namun truk barang sumbu tiga atau lebih yang sejatinya dilarang melintas selama arus balik hingga Kamis (13/6) pukul 00:00 WIB, sudah cukup banyak melintas.

Terpantau, dari layar monitor, dari pukul 06:00 WIB hingga 20:15 WIB, sudah ada 43.540 kendaraan melintas di Gerbang Tol Cikampek Utama menuju Jakarta.

"Ini arus balik masih ada mas, hari ini hingga pukul 20:15 kendaraan melintas 43 ribu lebih, namun kendaraan barang sumbu tiga atau lebih sudah melintas padahal aturannya sudah diperpanjang oleh Kementerian," kata Edi, salah seorang petugas Dinas Perhubungan yang ditemui di pos pemantau lalu lintas Gerbang tol Cikampek Utama, Karawang, Jawa Barat, Rabu.

Padahal, kata Edi, pihaknya sudah memasang pengumunan di sistem pemberitahuan Variable Message Sign (VMS) yang terpasang sepanjang ruas tol Semarang Jakarta termasuk sebelum memasuki gerbang tol.

"Karenanya kami harap semua pihak bekerjasama, karena arus balik yang masih terjadi, demi kenyamanan bersama," ucap Edi.

Kementerian Perhubungan sendiri sebelumnya telah mengedarkam surat pemberitahuan yang menginformasikan perpanjangan pembatasan operasional mobil barang sumbu tiga atau lebih sampai tanggal 12 Juni 2019 pukul 24:00 WIB, dari sebelumnya berlangsung pada 8 Juni 2019 hingga 10 Juni 2019 pukul 24:00 WIB.

Surat edaran yang ditandatangani Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi tersebut dikirimkan pada Presiden, Menko Maritim, Menko Perekonomian, Menteri PUPR, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Dirjen Hubdat, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek, DPP Aptrindo, Organda, DPP ALFI dan Korlantas Polri.

Tertulis di surat tersebut, kebijakan perpanjangan itu dikarenakan hingga tanggal 8 Juni 2019 baru 30 persen pemudik yang kembali ke Jakarta, sementara 70 persen sisanya diperkirakan kembali pada periode 9-13 Juni 2019 atau H+7 Lebaran.

Baca juga: Jasa Marga catat lebih dari 1 juta kendaraan masuk kembali ke Jakarta
Baca juga: Bandara Halim pastikan jaringan internet tidak putus selama arus balik
Baca juga: Arus balik di Bandara Syamsudin Noor sudah normal pada H+5
Baca juga: Arus balik di Halim masih terasa
Baca juga: Mabuk darat keluhan terbanyak di posko kesehatan Terminal Pulo Gebang

Pewarta : Ricky Prayoga
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar