42.868 wisatawan berkunjung ke Solok Selatan selama libur Lebaran

id Hot Water Boom,Objek Wisata Solok Selatan,Libur Lebaran

Objek wisata Hot Water Boom Sapan Maluluang di Kecamatan Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. Foto: antarasumbar.com/Joko Nugroho/15

Padang Aro (ANTARA) - Sebanyak 42.868 wisatawan berkunjung ke beberapa destinasi wisata di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, selama libur lebaran 1440 Hijriah.

"Dari beberapa destinasi wisata yang dikunjungi wisatawan baru Hot Waterboom yang menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp111,5 juta," kata Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Solok Selatan Yolni Hendra di Padang Aro, Selasa.

Khusus untuk Hot Waterboom, pengunjung berjumlah 11.983 orang yang terdiri dari 10.609 pengunjung dewasa dan dipungut biaya masuk per orang Rp10 ribu menjadi  Rp106.090.000.

Lalu, pengunjung anak-anak sebanyak 1.374 orang dengan biaya Rp4 ribu menjadi  Rp5.496.000 sehingga selama lima hari libur Lebaran  jumlah PAD dikumpulkan sebanyak Rp111.586.000.

Dia mengatakan, kunjungan wisatawan yang tercatat baru di tujuh destinasi wisata dan masih banyak yang lainnya belum terdata.

Tujuh destinasi tersebut yaitu Hot waterboom, Goa Batu Kapal, RTH Muaralabuh, Irigasi Balun, air terjun kembar, Tubing Ducati dan kebun teh Liki.

Beberapa destinasi yang belum ada laporan kunjungannya seperti seribu rumah gadang, embung Lubuak Malako, ikan larangan Buluah Kasok, Ballunau dan lainnya.

"Terus meningkatnya kunjungan wisatawan ke Solok Selatan untuk tujuan berlibur menjadi bukti bahwa destinasi wisata yang ada di sini tidak kalah menarik dibanding daerah lain," katanya.

Pada 2018, katanya, PAD selama libur Lebaran tidak sampai Rp100 juta tetapi tahun ini mencapai Rp111 juta dan ini menandakan meningkatnya kunjungan.

Ia menyebutkan, selain wisatawan lokal dari berbagai daerah, data puluhan ribu pengunjung itu juga berasal dari wisatawan domestik.

Dia menambahkan, untuk meningkatkan PAD dari sektor pariwisata sebaiknya karcis masuk dan Parkir dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah dan ada hitungan persentasenya untuk daerah.

"Ini bukan hanya menambah PAD tetapi juga bisa menghindarkan pungutan liar di destinasi wisata," ujarnya.

Pewarta : Mario Sofia Nasution
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar