Wabup Penajam tutup safari Ramadhan bersama dai Das'ad Latif

id safari ramadhan

Dai asal Sulawesi Selatan Das'ad Latif mengisi ceramah agama pada buka puasa bersama di kediaman Wakil Bupati Penajam Paser Utara, sebagai penutup Safari Ramadhan pemerintah kabupaten setempat (Antaranews.Novi Abdi)

Penajam (ANTARA) - Dai kondang asal Sulawesi Selatan, Das'ad Latif mengisi ceramah pada buka puasa bersama di kediaman Wakil Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Hamdam sebagai penutup kegiatan Safari Ramadhan pemerintah kabupaten setempat.

"Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat dan undangan yang hadir dalam kegiatan buka puasa bersama," kata Wabup Hamdam ketika ditemui, Sabtu.

Buka puasa bersama di kediaman Wakil Bupati Penajam Paser Utara di jalan AMD Kelurahan Gunung Steleng, Kecamatan Penajam tersebut dihadiri Sekretaris Kabupaten Tohar, Dandim 0913 Letkol Inf Mahmud, Kapolres AKBP Sabil Umar serta Kepala Kejaksaan Negeri Darfiah.

Sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, serta masyarakat setempat juga hadir pada Safari Ramadhan penutup 2019 pemerintah kabupaten setempat tersebut.

Acara yang dimulai sekitar pukul 15.00 Wita itu, diawali Shalat Ashar berjemaah, kemudian ceramah agama, selanjutnya berbuka puasa dirangkai Shalat Maghrib dan Tarawih berjemaah.

Rangkaian Safari Ramadhan 2019 Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara mulai dilaksanakan di kediaman Bupati Abdul Gafur Mas'ud di jalan Unocal Nomor 1 Kelurahan Penajam, pada Kamis (9/5) menghadirkan ulama asal Jakarta Syekh Ali Jaber.

Safari Ramadhan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara juga dilaksanakan di sejumlah masjid yang tersebar di empat kecamatan di daerah itu.

Kegiatan buka puasa bersama pejabat dengan masyarakat tersebut merupakan Safari Ramadhan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara yang dilaksanakan setiap tahun pada bulan puasa.

Dalam ceramahnya, dai Das'ad Latif mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara untuk selalu menahan diri, kendati di luar bulan puasa.

"Momentum Ramadhan adalah waktu pembelajaran bagi kita semua untuk selalu menahan diri," kata dai yang berprofesi sebagai dosen Universitas Hasanuddin tersebut.

Menahan diri itu jelas Das'ad Latif, di antaranya menjaga hati dari prasangka buruk serta menjaga lisan dari perkataan kotor, termasuk yang bisa menyinggung antara satu dengan yang lain.

Pewarta : Novi Abdi
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar