BPBD Banjarnegara pasang rambu peringatan di Dieng

id bencana,ramadhan 1440 H,sambut ramadhan,tradisi ramadhan,bulan puasa,puasa ramadhan

Ilustrasi - Peringatan hari kesiapsiagaan bencana di Banjarnegara. (ANTARA/BPBD Banjarnegara)

Banjarnegara (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah akan memasang dua rambu peringatan di Dataran Tinggi Dieng guna mengingatkan wisatawan agar tidak mendekati area Kawah Sileri dan Sikidang.

"Siang ini kami akan memasang rambu peringatan di Kawasan Dieng, yang berlokasi di dua titik yaitu area Kawah Sileri dan juga Kawah Sikidang," kata Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Banjarnegara Andri Sulistyo di Banjarnegara, Jumat.

Dia menambahkan tim dari BPBD Banjarnegara akan berangkat ke Dataran Tinggi Dieng pada Jumat siang.

"Tim juga secara teknis akan berkoordinasi dengan pengelola wisata agar rambu peringatan tersebut dapat terjaga dengan baik," kata dia.

Dia juga mengatakan pemasangan rambu peringatan bertujuan agar masyarakat sekitar, khususnya para wisatawan, dapat mengenali ancaman yang ada di sekitar wilayah tersebut.

"Tujuannya agar membangun kesadaran masyarakat dan wisatawan, bukan untuk menakuti wisatawan, namun agar wisatawan mengenali ancaman yang ada di sekitar situ demi keselamatan bersama," kata dia.

Hal tersebut, tambah dia, merupakan bagian dari upaya mitigasi bencana dan kesiapsiagaan menyambut Idul Fitri 1440 Hijriah.

"Pemasangan rambu peringatan juga dilakukan atas dasar rekomendasi Badan Geologi dan dalam rangka menyambut libur Lebaran 2019 ini," kata dia.

Dia mengatakan bahwa pemasangan rambu peringatan merupakan hal yang rutin dilakukan oleh BPBD Banjarnegara.

"Tahun sebelumnya juga kami memasang rambu peringatan di Kawah Sileri guna mengingatkan masyarakat dan wisatawan agar tidak mendekati bibir kawah dengan radius tertentu," kata dia.

Dia juga mengingatkan pihak pengelola wisata terus meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat dan wisatawan di kawasan tersebut.
 


Pewarta : Wuryanti Puspitasari
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar