Permintaan Batu Giok Aceh Meningkat Jelang ldul Fitri

id Permintaan,Batu Giok,Meningkat,Pemkab Aceh Barat,Kabupaten Aceh Barat

Pedagang batu alam jenis Giok dan Solar Aceh memperlihatkan aneka batu yang sudah diasah kepada konsumen di Meulaboh, Aceh Barat, Selasa (28/5). (Antara Aceh/Teuku Dedi Iskandar)

Banda Aceh (ANTARA) - Permintaan batu alam jenis Giok, dan Solar Aceh oleh kalangan pecinta batu di Meulaboh, Ibukota Kabupaten Aceh Barat, kini mulai mengalami peningkatan dalam beberapa pekan terakhir menjelang Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah.

"Alhamdulillah, sudah mulai banyak warga yang mulai membeli batu giok. Kami sangat bersyukur," kata pedagang batu Yus Adi di Meulaboh, Selasa.

Ia mengatakan, rerata batu alam yang paling dicari dan dibeli oleh konsumen, yakni jenis Giok Lumut, Solar, dan gelang terbuat dari batu Giok Hitam karena dipercaya berkhasiat dapat melancarkan peredaran darah dan meningkatkan stamina si pemakai.

Selain diminati penduduk lokal, lanjut dia, batu alam tersebut juga mengalami peningkatan permintaan dari masyarakat luar Aceh Barat, seperti Banda Aceh, Bireuen, Lhokseumawe, Medan hingga Jakarta, dan pecinta batu alam di Pulau Jawa.

Batu alam ini dijual dengan harga yang sangat bervariasi per unit, karena tergantung dari jenis dan kualitas batu yang baru diketahui oleh si pengrajin ketika mengasah setiap unitnya.

Seperti diketahui, batu alam di pesisir pantai barat Aceh ini diperoleh dari kawasan hutan, seperti Gunung Singgah Mata di Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya. Batu alam dari kawasan ini lazimnya dijual seharga ratusan ribu hingga jutaan rupiah per unit.

"Biasanya, harga batu alam itu bervariasi. Kalau harga batu dengan kualitas super, harganya mahal. Paling rendah Rp1 jutaan per batunya," kata dia.

"Meski kami jual dengan harga tinggi, tak jarang batu-batu ini dibeli oleh konsumen. Akibat bisa meningkatkan rasa percaya diri si pemakai, selain memiliki kualitas sangat tinggi dan menjadi daya tarik tersendiri," tutur Yus.

Yulham (38), warga Meulaboh merupakan karyawan swasta mengatakan, menjelang Hari Raya Idul Fitri biasanya masyarakat di Aceh tetap mencari batu Giok sebagai simbol kebanggaan warga Aceh, yang dikenal kaya akan batu alam.

"Kalau jaman dulu kan pakai Rencong Aceh, sekarang ini sudah ada batu Giok. Ini sebagai identitas saja, sebagai masyarakat Aceh," katanya.

Ia mengaku, meski dibeli dengan harga yang melambung tinggi untuk batu alam dari jenis dan kualitas terbaik, namun masyarakat setempat tetap mencarinya.

"Di samping sebagai hiasan tangan, batu alam itu diyakini berkhasiat bagi kesehatan. Karena mengandung magnet, dan meningkatkan vitalitas laki-laki," ujarnya.

Baca juga: Jelang lebaran kue kering tradisional Aceh jadi buruan

Baca juga: Libur panjang Lebaran, Pemkab Aceh Barat bayarkan gaji ASN lebih awal

Pewarta : Muhammad Said
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar