Siswa sekolah olahraga keracunan dilarikan ke dua rs di Palembang

id Siswa keracunan,Siswa sekolah olahraga keracunan ,Keracunan rujak mi,Rujak mi,Sekolah olahraga nasional sumsel

Siswa Sekolah Olahraga Nasional Sumsel yang keracunan mendapat perawatan di RSUD Bari Palembang, Rabu (22/5) (Antara News Sumsel/Aziz Munajar/19)

Palembang (ANTARA) - Para siswa Sekolah Olahraga Nasional Sumatera Selatan yang mengalami keracunan dilarikan ke dua rumah sakit di Kota Palembang yaitu RS Hermina dan RSUD Bari Kota Palembang.

Kepala Sekolah Olahraga Nasional Sumsel (SONS), Mitrisno, Rabu, mengatakan keempat siswa dilarikan ke RS Hermina lebuh dulu setelah pengurus asrama mengidentifikasi siswa mengalami keracunan.

"Ketika para siswa berbuka puasa pada Senin Sore, pagi harinya para siswa mengeluh gangguan pencernaan, kemudian malamnya ada empat  nampak cukup parah gangguannya sehingga kami larikan ke RS Hermina," ujar Mitrisno kepada Antara.

Sedangkan 33 siswa lainnya semakin mengeluhkan kondisi pencernaan pada keesokan harinya atau Rabu pagi, karena pertolongan pertama tidak berefek akhirnya pihak sekolah membawa yang keracunan ke RSUD Bari Palembang.

Umumnya siswa mengeluh pusing berat, muntah-muntah dan gangguan pencernaan berat, bahkan salah satu siswa mengaku sempat buang air besar 10 kali, beruntungnya keracunan tidak terlalu parah dan bisa ditangani dokter.

Menurut dia, dugaan sementara sumber keracunan berasal dari rujak mi yang disediakan katering, namun pihak sekolah masih meminta keterangan dari katering bersangkutan.

Jumlah keseluruhan siswa keracunan menjadi 37 orang, kata dia, umumnya siswa duduk di bangku SMP dan SMA yang merupakan atlet renang, senam, dan voli.

"Sampai siang ini siswa yang di RS Hermina masih dirawat, sedangkan siswa yang di RSUD Bari sudah ada sebagian diperbolehkan pulang," jelas Mitrisno.

Sejauh ini pihak sekolah masih menunggu hasil pemeriksaan dari kepolisian setempat yang sudah melakukan olah TKP terkait keracunan siswa tersebut.

Pewarta : Aziz Munajar
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar