Petani Ogan Komering Ilir pasok 50 ton beras saat panen raya

id Petani,Beras,Stok beras

Sejumlah petugas Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumatera Selatan (Sumsel) melakukan Sidak berkaitan dengan kenaikan BBM dan ketersediaan stok beras di salah satu gudang penyimpanan beras milik swasta di daerah Ogan Ilir, Sumsel, Senin (24/11). Disperindag Sumsel memastikan stok beras di Sumatera Selatan masih aman hingga tiga bulan ke depan. (ANTARA FOTO/ Feny Selly)

Palembang (ANTARA) - Petani di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, telah memasok sebanyak 50 ton beras untuk stok kabupaten tersebut pada musim panen raya April lalu.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten OKI Syarifuddin di Palembang, Selasa, mengatakan sebanyak 50 ton beras itu dipasok 21 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang khusus disiapkan untuk kebutuhan Ramadhan.

“Dengan adanya stok ini, bisa memenuhi kebutuhan Kabupaten OKI hingga Lebaran,” kata dia.

Ia mengatakan beras Gapoktan ini sudah disebar di sejumlah Toko Tani Indonesia (TTI) hampir di seluruh kecamatan.

Dengan begitu, warga dapat membeli dengan harga lebih murah dari harga pasar karena toko membeli langsung dari petani.

“Ini penting juga untuk menekan harga beras, karena biasanya menjelang Lebaran ada kenaikan harga kebutuhan pokok,” kata dia.

Terkait ketersediaan stok beras Kabupaten OKI pada beberapa bulan mendatang, Syarifuddin memastikan akan tersedia mengingat sejumlah kawasan masih masa panen, seperti di Cengal, Sungai Menang, Air Sugihan dan Tulung Selapan. Di kawasan ini terdapat puluhan hektare lahan dengan kualitas beras sangat baik.

Sementara itu, Kepala Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan Yunita Resmi Sari mengatakan beras diketahui bukan menjadi komponen penyebab inflasi di Sumsel sejak beberapa bulan terakhir.

Justru yang menjadi penyebab inflasi pada April 2018 yakni bawang merah, bawang putih, ayam ras, dan sayur mayur.

“Sumsel merupakan daerah yang surplus produksi beras, bahkan menjadi penyuplai untuk daerah-daerah tetangga. Ketersediaan stok yang banyak, saat ini bisa untuk 9 bulan ke depan membuat harga besar tidak bergejolak,” kata dia.

 

Pewarta : Dolly Rosana
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar