Bupati : Kehadiran bendungan Rotiklot berguna bagi lahan pertanian

id bendungan

Sejumlah petugas bendungan sedang membersihkan sampah di pinggiran. ANTARA FOTO/Kornelis Kaha.

Kupang (ANTARA) - Pemerintah kabupaten (Pemkab) Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) menyatakan pembangunan bendungan Rotiklot di kabupaten perbatasan itu sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar, khususnya untuk lahan pertanian.

"Kehadiran bendungan yang akan diresmikan oleh Presiden RI hari ini tentunya sangat memberikan manfaat yang sangat besar bagi masyarakat di kabupaten ini terutama di tiga desa yang berdekatan dengan bendungan itu," kata Bupati Belu, Willy Lay di Atambua, Kabupaten Belu, Senin.

Keberadaan bendungan itu sendiri, tambahnya untuk membantu menyediakan air bagi irigasi untuk persawahan serta mampu mengairi kawasan yang ditanami palawija.

Oleh karena itu, ujar dia kawasan Rotiklot dipastikan akan menjadi kawasan potensial yang dapat dikembangkan dengan baik.

"Daerah Rotiklot akan menjadi daerah potensial karena selama ini warga sekitar sudah memiliki lahan sawah namun hanya sawah tadah hujan," sebutnya.

Oleh sebab itu, menurut dia dengan kehadiran bendungan ini masyarakat dapat memanfaatkan lahan pertanian dengan optimal karena persedian air irigasi sudah ada.

"Kami dorong masyarakat untuk menangkap peluang yang ada ini untuk meningkat kehidupan perekonomian mereka," kata dia.

Terkait pemanfaatan kawasan itu menjadi kawasan wisata baru, Bupati Willy mengaku akan segera memanfaatkan hal tersebut.

"Ya kita akan segera buat segala sesuatu yang diperlukan agar kawasan ini menjadi kawasan wisata baru, mengingat potensinya sangat bagus untuk wisata," ujar dia.

Ia juga mengemukakan bahwa Pemkab Belu tetap mengharapkan perhatian dari pemerintah pusat terkait infrastruktur di Kabupaten Belu seperti infrastruktur jalan, sarana pendidikan dan kesehatan.

Sebab masih banyak desa di daerah itu yang masih mengalami kekurangan akan kebutuhan air bersih serta air untuk pengembangan kawasan pertanian.

Pewarta : Kornelis Kaha
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar