BPS: Angkatan kerja di Jambi turun 61,09 ribu orang

id angkatan kerja,jambi

Illustrasi - Sejumlah buruh mengangkut gabah saat panen di area persawahan Desa Blang Bugeng, Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur, Aceh, Jumat (1/3/2019). (ANTARA FOTO/SYIFA YULINNAS)

Jambi (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, mencatat jumlah angkatan kerja di Jambi pada Februari 2019 sebanyak 1.785,34 ribu orang atau turun sebanyak 61,09 ribu orang dibanding Februari 2018 atau setahun yang lalu.

Kepala BPS Provinsi Jambi, Dadang Hardiawan, di Jambi Jumat mengatakan untuk komponen pembentuk angkatan kerja adalah penduduk yang bekerja dan pengangguran dimana pada Februari 2019, sebanyak 1.720,66 ribu penduduk bekerja dan sebanyak 64,67 ribu orang menganggur.

"Dibanding setahun yang lalu, jumlah penduduk bekerja dan pengangguran masing-masing turun 58,3 ribu orang dan 2,79 ribu orang," katanya.

BPS juga mencatat sebanyak 1.785,34 ribu penduduk Jambi masuk angkatan kerja, dimana jumlahnya berkurang 61,09 ribu orang dari Februari 2018 dan sejalan dengan itu Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga berkurang 3,62 poin.

Sementara itu penduduk yang bekerja sebanyak 1.720,665 ribu orang, berkurang 58,3 ribu orang dari Februari 2018 dimana sektor-sektor yang mengalami peningkatan persentase penduduk yang bekerja terutama pada sektor perdagangan sebesar 2,32 persen poin, industri pengolahan 1,35 persen poin, sektor jasa lainnya 0,9 persen poin.

Sementara itu, sektor-sektor yang mengalami penurunan adalah sektor pertanian sebesar 1,69 persen poin, sektor konstruksi dan perumahan (1,45 persen poin).

Kemudian juga dicatat sebanyak 990,94 ribu orang atau 57,59 persen penduduk Jambi bekerja di kegiatan informal dan akan tetapi persentasenya menurun sebesar 0,65 poin dibanding Februari 2018.

Dari 1.720,665 ribu orang yang bekerja, sebesar 11,29 persen masuk kategori setengah menganggur dan 25,77 persen pekerja paruh waktu dam dalam setahun terakhir, setengah penganggur naik sebesar 2,42 poin, sementara pekerja paruh waktu turun sebesar 6,54 poin.*

Baca juga: Menaker: Jam kerja fleksibel dapat tingkatkan partisipasi kerja perempuan

 

Pewarta : Nanang Mairiadi
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar