Tiga petugas penyelenggara Pemilu di Grobogan meninggal dunia

id tiga petugas, penyelenggara pemilu, di grobogan, meninggal dunia

Ilustrasi petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) saat bertugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS). (Foto: Akhmad Nazaruddin Lathif)

Grobogan (ANTARA) - Sebanyak tiga orang petugas penyelenggara Pemilu 2019 di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, meninggal dunia yang diduga karena sakit usai menjalankan tugas sebagai penyelenggara Pemilu.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Grobogan Agung Sutopo dihubungi lewat telepon dari Kudus, Rabu, membenarkan, bahwa tiga orang yang meninggal dunia, dua orang di antaranya merupakan anggota Linmas yang bertugas di tempat pemungutan suara (TPS) serta seorang anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Kedua anggota Linmas tersebut, yakni Munawar warga Desa Sendangharjo, Kecamatan Karangrayung yang bertugas di TPS 09 Desa Sendangharjo dan Suparlan warga Desa Kenteng, Kecamatan Toroh yang bertugas di TPS 05 Desa Kenteng.

Sementara anggota KPPS yang meninggal dunia bernama Djoko Siswoto yang merupakan anggota KPPS di TPS 10 Desa Nglinduk, Kecamatan Gabus.

Munawar, kata dia, meninggal pascapencoblosan, sedangkan Suparlan meninggal pada Selasa (23/4) dan Djoko Siswoto meninggal pada Sabtu (19/4).

"Munawar sempat dilarikan ke Puskesmas, kemudian dirujuk ke rumah sakit setempat," ujarnya.

Ia menduga meninggalnya mereka karena faktor kelelahan, termasuk Djoko Siswoto yang meninggal menjelang persiapan pleno tingkat kecamatan.

Untuk saat ini, kata dia, rekapitulasi hasil penghitungan suara dari masing-masing desa di tingkat kecamatan sudah selesai, kecuali dua kecamatan, yakni Kecamatan Toroh dan Grobogan yang memang memiliki wilayah yang cukup luas.

Ketiga penyelenggara Pemilu yang meninggal dunia, katanya, sudah dilaporkan ke KPU RI melalui KPU Provinsi Jateng.

"Tindaklanjutnya kami serahkan kepada KPU RI. Kami juga sudah memberikan santunan kepada ahli warisnya," ujarnya.

Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar