WNI di Skotlandia rayakan Hari Kartini

id Kartini,kartini,hari kartini,perempuan,perempuan bicara

Masyarakat Indonesia yang tergabung dalam The Indonesian Society Scotland (TISS) bekerjasama dengan KBRI London menyelenggarakan acara Perayaan Hari Kartini, di Edinburg Skotlandia.

London (ANTARA) - Masyarakat Indonesia yang tergabung dalam The Indonesian Society Scotland (TISS) bekerjasama dengan KBRI London menyelenggarakan acara Perayaan Hari Kartini, untuk mengenang jasa-jasa R.A Kartini dalam memperjuangkan dan mengangkat harkat kaum perempuan Indonesia untuk meraih pendidikan yang lebih baik dan berkontribusi dalam masyarakat.

Minister Counsellor Media dan Sosial Budaya KBRI London, Thomas Siregar, Senin mengatakan perayaan Hari Kartini juga dimanfaatkan untuk mempromosikan berbagai keindahan budaya Indonesia pada masyarakat Inggris yang tinggal di Skotlandia dan sekitarnya.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Inggris merangkap Irlandia dan International Maritime Organization (IMO), Rizal Sukma menyatakan rasa bahagia melihat antusiasme masyarakat Indonesia di Skotlandia dalam menampilkan berbagai penampilan budaya dan kuliner Indonesia pada publik Inggris di Edinburgh.

Secara khusus Dubes Rizal Sukma yang didampingi Ibu Hana A. Satriyo mengapresiasi inisiatif TISS dalam penyelenggaraan acara Perayaan Hari Kartini yang tidak hanya melibatkan masyarakat dan diaspora Indonesia yang tinggal di Edinburgh, namun juga dari Glasgow dan Aberdeen.

Ketua TISS Dwi Prihandayani Jones,yang telah bermukim di Edinburgh selama lebih dari 20 tahun menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran Dubes Rizal Sukma dan bantuan KBRI London demi suksesnya penyelenggaraan acara yang berlangsung dari yang berlangsung di Edinburgh Tabernacle Church Hall.

Selain berbagai sajian kuliner Indonesia, publik Inggris di Skotlandia juga dapat menyaksikan beragam sajian seni dan budaya, diantaranya permainan angklung yang dibawakan Saung Angklung Aberdeen, tarian tradisional khas Betawi, Enggo Lari, tarian tradisional dari Maluku serta sajian seni musik dan tari lainnya.

Salah satu penampilan yang banyak menarik perhatian pengunjung adalah peragaan busana kebaya yang dibawakan dengan apik oleh mahasiswa Indonesia tergabung dalam Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Aberdeen.

Sementara penampilan pencak silat oleh Kurniati, mantan atlet PON RI, yang merupakan pengajar pada Perguruan Silat Setia Hati Teratai (PSHT) dan tengah menempuh studi S3 di Birmingham juga mendapat sambutan luar biasa dari penonton. Gerakan silat yang halus, tapi lincah dan bertenaga mengundang decak kagum masyarakat Inggris yang belum terlalu terbiasa menyaksikannya.*

Baca juga: Perempuan punya semangat bangkit yang tinggi

Baca juga: Yulianti pahlawan bagi anak "luar biasa"


 

 

 


Pewarta : Zeynita Gibbons
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar