"Kartini" hadir layani pelanggan SPBU

id Hari kartini,Pertamina,Spbu,kartini,hari kartini,perempuan,perempuan bicara

Pegawai SPBU Pertamina melayani pelanggan dengan pakaian adat dalam memperingati hari Kartini. (Pertamina)

Jakarta (ANTARA) - Baju adat khas peringatan Hari Kartini diadaptasi oleh pegawai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) PT Pertamina untuk melayani langsung para pelanggan.

VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Senin menjelaskan, keunikan pelayanan di Hari Kartini ini adalah busana para operator SPBU yang biasanya menggunakan seragam berwarna merah putih, kini menggunakan busana adat tradisional Indonesia.

"Ini menjadi momentum spesial, di mana Hari Kartini identik dengan busana adat. Nuansa tersebut yang kami hadirkan melalui pelayanan di SPBU sehingga konsumen juga merasakan pengalaman yang unik dan berkesan," katanya.

Salah satunya di SPBU 34-14210 Kelapa Gading Jakarta Utara, di mana Pertamina membuka jalur khusus perempuan pada Senin (22/4) yang berlangsung sejak pukul 06.00-14.00 WIB.

Pada saat yang bersamaan pada pukul 08.00-10.00, pemilik SPBU yang juga seorang perempuan turut hadir bersama tim manajemen Pertamina untuk menyapa konsumen serta ikut melayani pembelian BBM di SPBU lengkap dengan pakaian sarung dan kebaya.

Kemeriahan ini pun dilengkapi dengan beragam program promosi seperti berupa pengembalian uang tunai sebesar Rp20.000-25.000 untuk pembelian Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamina Dex dan Dexlite dengan menggunakan Kartu Kredit atau Kartu Debit BNI dan BRI.

Promosi cashback pembelian Pertamax dengan Kartu Kredit atau Kartu Debit BNI dan BRI, lanjut Fajriyah, berlangsung selama 21 – 22 April 2019 di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.

“Kami berharap promosi pengembalian dana tunai ini dapat meningkatkan loyalitas konsumen perempuan pada produk unggulan Pertamina sekaligus menghadirkan kembali spirit Kartini bagi Perempuan Indonesia,” katanya.
 

Pewarta : Afut Syafril Nursyirwan
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar