Pengamat ingatkan tim pemenangan kandidat tidak langgar aturan Pemilu

id Pengamat politik, Bawono Kumoro, capres-cawapres, tidak langgar, Pemilu 2019

Bawono Kumoro (Facebook.com)

Jakarta (ANTARA) - Pengamat politik dari The Habibie Center, Buwono Kumoro mengingatkan tim pemenangan para kandidat capres dan cawapres tidak melanggar aturan Pemilu 2019 dalam pemungutan suara yang berlangsung pada 17 April 2019.

"Hal ini guna mewujudkan pemilu bebas, jujur dan adil. Pemilih juga diharapkan datang ke TPS terdekat untuk menetapkan pilihan. Pilihlah calon legislatif dan pasangan calon presiden-wakil presiden sesuai hati nurani," kata Bawono, di Jakarta, Selasa.

Peneliti The Habibie Center ini meminta partai politik capres dan cawapres untuk terus mengingatkan tim pemenangan untuk tertib, tidak memaksakan kehendak, dan tidak melanggar aturan pemilu dalam bentuk apa pun di pemungutan suara.

Bawono juga berharap KPU bisa memastikan lagi atau "final check" kesiapan teknis pelaksanaan pemilu di sisa waktu beberapa jam sebelum hajat lima tahunan ini digelar. Sebelum bilik suara resmi dibuka pada pukul 07.00 WIB besok pagi.

"Terutama berkaitan dengan ketersediaan dan kecukupan logistik," ujarnya.

Dia juga meminta Bawaslu ikut tampil paling depan dalam memberikan perlindungan hukum secara maksimal bagi pemilih agar untuk melapor jika ditemukan dugaan pelanggaran pemilu.

"Khusus bagi pasangan calon presiden dan wakil presiden, jangan sampai terulang peristiwa di 2014 lalu, di mana pasangan calon yang kalah enggan secara kesatria mengakui kekalahan," katanya.

Jika terdapat ketidakpuasan terhadap hasil pemilu, kata Bawono, sudah ada mekanisme hukum melalu melalui Mahkmah Konstitusi.

"Tidak ada mekanisme lain, termasuk pengerahan massa seperti 'people power'," ujarnya, mnegaskan.

Sementara itu dari sisi keamanan, Polri dan TNI telah menjamin keamanan seluruh masyarakat untuk menyampaikan hak pilihnya di TPS masing-masing.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan telah menyiagakan anggotanya di setiap TPS. Tito juga menyatakan sudah memetakan wilayah-wilayah yang perlu pengamanan tambahan.

Pewarta : Syaiful Hakim
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar