BPN: Prabowo akan nego Presiden China terkait TKA maksimal 10 persen

id Debat capres,bpn,prabowo akan nego,presiden china,tks

Dewan Pakar BPN Rizal Ramli (tengah) dalam konferensi pers usai debat kelima capres-cawapres di Hotel Sultan, Jakarta pada Sabtu (13/4/2019). (ANTARA/Aji Cakti)

Jakarta (ANTARA) - Badan Pemenangan Nasional (BPN) mengungkapkan bahwa pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno akan melakukan negosiasi dengan Presiden China terkait kehadiran tenaga kerja asing (TKA) negara itu di Indonesia maksimal 10 persen.

"Jika terpilih nanti, bapak Prabowo akan melakukan negosiasi dengan Presiden China Xi Jinping, kita minta demi kebaikan kedua belah pihak maksimal tenaga kerja China di Indonesia 10 persen," kata  Dewan Pakar BPN Rizal Ramli di Jakarta, Sabtu malam.

Dia menjelaskan bahwa Malaysia bisa membatasi keberadaan tenaga kerja China, mengapa Indonesia tidak bisa.

Selain membatasi tenaga kerja China, BPN juga mengatakan bahwa pasangan capres-cawapres nomor urut 02 juga akan mengevaluasi proyek kereta cepat.

"Kita akan mengevaluasi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dan lain-lainnya," kata Rizal Ramli dalam konferensi pers usai debat kelima capres-cawapres.

Debat kelima Pemilu Presiden 2019 merupakan debat pamungkas sekaligus akan menutup seluruh rangkaian debat yang telah dimulai sejak Januari 2019.

Debat yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta ini menghadirkan kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden baik paslon nomor urut 01 maupun 02.

Berbagai tema yang diangkat dalam debat terakhir ini adalah ekonomi dan kesejahteraan sosial, keuangan, investasi, dan industri.

Sebagaimana diketahui, Pemilu Presiden 2019 yang akan diselenggarakan pada 17 April diikuti dua pasangan calon presiden dan wakil presiden, yakni pasangan nomor urut 01 Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin serta pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno.
 

Pewarta : Aji Cakti
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar