LTMPT : pengumuman SNMPTN dimajukan 22 Maret

id LTMPT,SNMPTN,SBMPTN

Ketua Pelaksana Eksekutif Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Prof Budi Prasetyo saat berada di stand LTMPT (Istimewa)

Jakarta (ANTARA) - Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Prof Ravik Karsidi mengatakan pihaknya mempercepat pengumuman hasil seleksi jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dipercepat menjadi Jumat, 22 Maret 2019.

"Dimajukannya pengumuman  dikarenakan proses seleksi jalur SNMPTN sudah dapat diselesaikan dengan lebih cepat dan agar bisa memberi kesempataan bagi siswa yang tidak lolos SNMPTN untuk mendaftar Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) gelombang satu," ujar Ravik di Jakarta, Senin.

Penguman ini sehari lebih cepat dibandingkan jadwal semestinya yakni Sabtu, 23 Maret 2019. SNMPTN merupakan seleksi masuk perguruan tinggi negeri berdasarkan nilai akademik dan prestasi lainnya.

Dalam aturan SNMPTN yang baru terdapat beberapa aturan yang baru yakni siswa pendaftar dapat memilih paling banyak dua program studi dalam satu PTN atau dua PTN. Kemudian urutan pilihan PTN dan program studi menyatakan prioritas pilihan. Untuk siswa SMK hanya diizinkan memilih program studi yang relevan sesuai ketentuan oleh masing-masing PTN.

Ravik juga meminta agar siswa memperhatikan beberapa hal yakni pendaftaran UTBK gelombang satu akan ditutup pada 24 Maret pukul 22.00 WIB. Kemudian pembukaan pendaftaran UTBK gelombang dua akan dimulai pada hari Senin, tanggal 25 Maret 2019, pukul 10.00 WIB dan akan ditutup pada Senin,  1 April 2019 pukul 22.00 WIB.

"Kami berharap agar siswa benar-benar memperhatikan mekanisme pendaftaran UTBK," kata dia lagi.

UTBK merupakan salah satu syarat untuk mengikuti Seleksi Bersama Masuk PTN (SBMPTN). Seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dilaksanakan melalui tiga jalur yaitu SNMPTN, SBMPTN dam Seleksi Mandiri dengan kuota berturut-turut minimal 20 persen, minimal 40 persen dan maksimal 30 persen dari daya tampung tiap program studi di PTN.
 

Pewarta : Indriani
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar