Berdialog dengan Presiden, warga Pangkal Pinang apresiasi KIS

id kartu KIS,presiden jokowi

Presiden Joko Widodo saat berdialog dengan beberapa penerima manfaat PKH dan bantuan pangan nontunai di STMIK Atma Luhur, Kecamatan Gabek, Provinsi Bangka Belitung, Kamis (14/3/2019). (ANTARA/Bayu Prasetyo)

Pangkal Pinang, Babel (ANTARA) - Seorang penerima manfaat Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung, bernamaTitik Suharti mengapresiasi program kesehatan pemerintah yang telah diberikan kepada anaknya.

"Saya dapat kartu BPJS, bisa berobat ke Jakarta. Operasi anak, nggak bayar. Kalau bayar, itu uangnya Rp64 juta. Karena ada kartu sehat itu dari RT,  Alhamdulillah nggak bayar," ujar Titik ketika berdialog dengan Presiden Joko Widodo saat acara sosialisasi Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan pangan nontunai (BPNT) di Auditorium STMIK Atma Luhur, Kecamatan Gabek, Provinsi Bangka Belitung, Kamis.

Anak Titik pernah dirawat di RS Dharmais, Jakarta. Namun, anaknya itu sudah sejak satu tahun yang lalu meninggal dunia.

"Sedih, tapi saya banyak-banyak mengucapkan terima kasih untuk kartu sehat (KIS) dan PKH," jelas Titik.

Dia memanfaatkan dana dari PKH untuk berjualan kuliner pempek. Titik menggunakan Rp200 ribu untuk modal usahanya dan mendapatkan rata-rata keuntungan Rp20 ribu per hari.

Dia juga menyampaikan rasa bahagia dapat bertemu langsung dengan Presiden. "Kayak mimpi ya, ketemu sama Bapak Presiden. Soalnya, saya sering lihat di TV, ini ketemu kelihatan aslinya. Deg-degan rasanya," ujar Titik.

Baca juga: Kesaksian penerima manfaat besar KIS di hadapan Jokowi

Pewarta : Bayu Prasetyo
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar