Ari Lasso kagumi vokal Emil Dardak

id ari lasso,emil dardak

Vokalis Band Dewa 19 Ari Lasso saat tampil menyanyikan lagu pada konser Dewa 19 Reunion feat Ari Lasso & Once Mekel ive in Malaysia di Stadion Melawati, Shah Alam, Selangor Malaysia, Sabtu (2/2/19) malam. Band kawakan berasal dari Surabaya yang telah berusia 33 tahun tersebut membawakan berbagai lagu andalan diantaranya lagu "Cintakan Membawaku Kembali", "Hadapi Dengan Senyum'" serta 12 lagu lainnya. (ANTARA FOTO/Rafiuddin Abdul Rahman.)

Surabaya (ANTARA News) - Penyanyi Ari Lasso mengaku kagum terhadap vokal dan karakter suara Wakil Gubernur Jawa Timur terpilih Emil Elistianto Dardak yang baru diketahuinya saat berduet.

"Ternyata suaranya Pak Emil bagus banget dan saya baru tahu ini, beneran," ujar Ari Lasso ditemui usai tampil di sela silaturahim purna tugas Soekarwo sebagai Gubernur Jatim di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Senin (11/2) malam.

Menurut dia, Emil Dardak yang saat ini masih menjabat Bupati Trenggalek memiliki suara yang cocok sebagai seorang penyanyi.

"Karena tidak tinggal di Jawa Timur dan tak mengikuti selama masa kampanye dulu, saya tidak mengetahui kalau Pak Emil suaranya bagus," ucapnya.

Di sela penampilannya, Ari Lasso yang membawakan lagu berjudul "Kangen" dan didedikasikan untuk sahabatnya, Ahmad Dhani yang dipenjara, mengajak Emil Dardak bernyanyi di atas panggung.

Emil Dardak yang semula hanya duduk akhirnya bersedia usai Gubernur Jatim terpilih Khofifah Indar Parawansa mempersilakannya tampil.

Mendengar suara Emil, wajah Ari Lasso terperangah dan langsung memberikan tepuk tangan serta bersikap hormat, kemudian mempersilakan untuk meneruskan bernyanyi.

"Iya, saya tadi kaget karena suaranya Pak Emil. Jago dia dan bagus," kata mantan vokalis Dewa 19 tersebut.

Sementara itu, Emil Dardak yang ditemui usai berduet dengan Ari Lasso hanya tersenyum dan bangga bisa tampil bersama penyanyi nasional.*

Baca juga: Ari Lasso beri Khofifah hadiah "rahasia perempuan"

Baca juga: Ari Lasso belum sempat jenguk Ahmad Dhani


 

Pewarta : Fiqih Arfani
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar