Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Kota Administrasi (Pemkot Jaktim) meminta usulan kegiatan keagamaan hingga seni budaya atau non fisik, lebih diprioritaskan dalam pembahasan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Duren Sawit.

Hal itu, kata Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Lingkungan Hidup Jakarta Timur Sofyan Thahir, di Jakarta, Selasa, sejalan dengan keinginan Gubernur DKI Jakarta DKI Jakarta Anies Baswedan.

Namun, hingga saat ini terdapat 377 usulan dengan total anggaran sebesar Rp42.578.304.917 yang dibahas dalam Musrenbang itu dengan mayoritas usulan didominasi perbaikan fisik.

"Untuk kegiatan non fisiknya bersifat pelatihan wirausaha, keagamaan dan seni budaya harus diperbanyak, supaya sesuai dengan keinginan bapak Gubernur," ujar Sofyan.

Thahir juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif program Kota Jakarta Timur dalam pembuatan satu juta lubang biopori demi mewujudkan Jakarta bebas dari genangan dan banjir.

"Kami butuhkan peran serta dari masyarakat mendukung program ini dan mengusulkan pembuatan `vertikal drainase` atau sumur resapan setiap wilayah di Jakarta Timur," ujar Thahir.

Sementara itu, Lurah Duren Sawit Didik Diarjo mengatakan jauh hari sebelum Musrenbang tingkat Kelurahan Duren Sawit, telah mensosialiasikan kepada warga untuk lebih aktif mengusulkan non fisik.

"Dari 60 kegiatan non fisik ada 20 kegiatan di bidang seni dan budaya antara lain hadroh, palang pintu dan kegiatan Lenong Betawi, tetapi pada 2019 kegiatan usulan hadroh mendominasi dari usulan non fisik. Saya yakin dengan adanya ibu-ibu anggota PKK dan majelis sangat membutuhkan kegiatan peralatan hadroh ini," kata Didik.

Baca juga: Pemprov DKI gelar Musrenbang
 

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2019