TKN siapkan bukti kerja Jokowi sejak Wali Kota Solo

id Kepala staf kepresidenan, moeldoko, ksp, kantor staf presiden, diseminasi informasi, wakil ketua tim kampanye nasional, jokowi-amin

Wakil Ketua TKN, Moeldoko, ditemui di Jakarta pada Kamis (3/1/2019). (Bayu Prasetyo)

Jakarta (ANTARA News) - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Moeldoko mengatakan pihaknya menyiapkan sejumlah data dan fakta bukti kerja pembangunan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo sejak menjabat sebagai Wali Kota Solo.
   
"Iya, TKN sudah menyiapkan. Bukan hanya TKN, kami semua mem-backup berbagai data," kata Moeldoko ditemui di Jakarta, Kamis.
   
Menurut Moeldoko, Jokowi memiliki data dan bukti kerja yang lebih siap dan matang.
   
Dia menjelaskan dalam debat capres dan cawapres yang diselenggarakan oleh KPU, Jokowi akan memaparkan data-data pembangunan yang telah dicapai serta program kedepan.
   
"Iya lah, telah dan akan. Yang paling penting itu," kata Moeldoko menjelaskan paparan yang akan diangkat Jokowi saat debat.
   
Selain itu, terkait hoaks mengenai tujuh kontainer yang berisi surat suara tercoblos, Moeldoko menjelaskan pihaknya memiliki strategi atas isu merugikan tersebut.
   
"Padahal kami baru kemarin ditayangkan fotonya di TKN, mana kira-kira foto yang pas untuk presiden dengan wapres kita. Baru kemarin malam itu, belum di-approve sama Presiden," kata mantan Panglima TNI itu menjelaskan surat suara belum tercetak.
   
Sebelumnya pada Kamis dini hari, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengecek langsung ke Pelabuhan Tanjung Priok untuk memastikan isu surat suara dalam tujuh kontainer yang sudah tercoblos sebagaimana beredar melalui media sosial.
   
KPU mendapatkan informasi ada tujuh kontainer surat suara asal China yang sudah tercoblos untuk pasangan capres-cawapres nomor 01 ada di Tanjung Priok sekitar pukul 16.00 WIB. Setelah itu, pihak KPU melakukan koordinasi dengan Bea dan Cukai, kepolisian maupun pihak terkait lainnya.
   
Arief mengatakan kabar yang beredar tidak sesuai dengan fakta di lapangan setelah pihaknya melakukan koordinasi dengan pihak terkait termasuk Bea dan Cukai serta pengecekan langsung yang dilakukannya bersama dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
   
Badan Reserse Kriminal Polri sedang melakukan penyelidikan soal hoaks surat suara Pemilu 2019 sebanyak tujuh kontainer itu.

(T.B019/

Pewarta : Bayu Prasetyo
Editor: Sigit Pinardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar