Timnas U-16 Indonesia isi waktu libur dengan berpelesir ke Bukit Bintang

id Timnas U16,Indonesia,Piala U16 Asia

Penyerang tim nasional sepak bola U-16 Indonesia Amiruddin Bagus (kiri) dan kapten timnas U-16 Indonesia David Maulana memilih pakaian di salah satu pusat perbelanjaan di kawasan Bukit Bintang, Kuala Lumpur, Sabtu (29/9/2018). (Michael Siahaan)

Kuala Lumpur (ANTARA News) - Para pemain, pelatih dan staf tim nasional sepak bola U-16 Indonesia berpelesir ke Bukit Bintang, kawasan hiburan di Kuala Lumpur, Malaysia, mengisi waktu libur satu hari yang diberikan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Sabtu. 

Para pemain timnas U-16 Indonesia melakukan berbagai kegiatan seperti berbelanja pakaian di waktu libur menjelang pertandingan perempat final Piala U-16 Asia 2018 itu. 

"Saya mencari baju ini, Mas," kata kapten timnas U-16 Indonesia David Maulana sembira memilih beragam pakaian di hadapannya. 

Adapun timnas U-16 Indonesia tiba di Bukit Bintang pada pukul 15.00 waktu Malaysia dan dijadwalkan berpelesir hingga pukul 18.00. 

Pelatih timnas U-16 Indonesia Fakhri Husaini memang menginginkan agar pemainnya sejenak melupakan sepak bola di hari libur kompetisi Piala U-16 Asia 2018, Sabtu. 

Fakhri berharap, dengan sejenak mengalihkan pikiran dari lapangan hijau para pemainnya bisa melepaskan diri dari kepenatan pertandingan. Dia menganggap anak-anak asuhnya berhak bersenang-senang setelah bekerja keras menjalani laga demi laga di fase grup Piala U-16 2018.

Selain itu, pelatih asal Aceh itu menambahkan, waktu libur atau rekreasi juga merupakan bagian dari latihan tim dari aspek mental.

Para pemain pun diyakini lebih segar dan semakin fokus mempersiapkan diri menuju pertandingan perempat final Piala U-16 Asia 2018 melawan Australia yang digelar Senin (1/10) di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia. 

"Rekreasi itu bagian dari latihan, sama seperti tidur dan berlatih di lapangan. Untuk menghadapi pertandingan, yang perlu disiapkan bukan hanya taktik, teknik dan fisik, tetapi juga mental," tutur Fakhri.

 

Pewarta : Michael Siahaan
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar