Alun gamelan di resepsi HUT RI di Swiss

id KBRI Bern Swiss

Ilustrasi - Kelompok gamelan tampil pada acara Pembukaan Internasional Gamelan Festival (IGF) 2018 di Citywalk Jl. Slamet Riyadi, Solo, Jawa Tengah, Kamis (9/8/2018). ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/wsj.  

London, (ANTARA News) - Alunan Gamelan Jawa dimainkan 12 muda-mudi warga Swiss berusia 8-29 tahun tergabung dalam The Center of Gamelan Training and Performance in Sion menyambut kedatangan tamu undangan yang hadir pada resepsi diplomatik Peringatan HUT RI ke-73 yang diadakan KBRI Bern, Swiss.

Pensosbud KBRI Bern dalam keterangan kepada Antara London, Rabu menyebutkan resepsi diplomatik dihadiri 300 tamu undangan yang terdiri dari kalangan korps diplomatik, pejabat Pemerintah Swiss, kalangan pengusaha, akademisi, seniman, diaspora Indonesia dan friends of Indonesia.

Duta Besar RI untuk Konfederasi Swiss dan Keharyapatihan Liechtenstein, Muliaman D Hadad menyambut undangan yang dimanjakan, tidak hanya pertunjukkan Gamelan Sion, tetapi juga dengan persembahan tari tradisional Bali.

Panyembrama dan tari Cenderawasih, yang dibawakan mahasiswa berkewarganegaraan Swiss pecinta budaya Indonesia, Amadine Mareschi, yang tertarik pada tari Bali dan ditekuninya sejak berusia enam tahun.

Anggota Dharma Wanita Persatuan KBRI Bern turut memeriahkan malam itu dengan permainan alat musik Angklung, membawakan lagu-lagu nusantara seperti Apuse, Gambang Suling dan Ayo Mama. Mendapatkan sambutan hangat tamu undangan Swiss, anggota DWP KBRI Bern juga membawakan tembang tradisional Swiss, Hemmige.

Di bawah bimbingan Lia Fossati, pengajar Angklung di Swiss, para anggota DWP ini juga berhasil menyihir pengunjung Asia Festival yang diselenggarakan satu hari sebelumnya di kota Bern.

Resepsi Diplomatik juga menjadi ajang promosi kekayaan kuliner Indonesia. Para tamu undangan menikmati berbagai hidangan khas nusantara seperti nasi goreng, sate ayam, rendang, gado-gado, dan penganan kecil khas seperti lapis legit.

Kuliner Indonesia selalu dinantikan tamu asing dan dirindukan diaspora Indonesia di wilayah akreditasi. Ornamen-ornamen tradisional dari berbagai daerah di Indonesia turut menghias tempat penyelenggaraan dan menjadi daya tarik tersendiri.

Resepsi Diplomatik di akhir penghujung Agustus ini, menutup rangkaian peringatan HUT RI ke-73 KBRI Bern.

Tidak sekedar perhelatan yang meriah, kegiatan yang dinanti-nantikan berbagai kalangan itu menuai pujian para tamu undangan ini, sarat akan seni budaya dan kuliner nusantara, bertujuan untuk mempromosikan kekayaan budaya Indonesia, mempererat hubungan persahabatan Indonesia-Swiss.*

 

Baca juga: Tari Piring tampil di festival multibudaya Rheinfelden Swiss

Baca juga: Seniman batik tampilkan keindahan Indonesia di Swiss

Pewarta : Zeynita Gibbons
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar