Banjir rob landa Aceh Barat

id banjir rob, banjir aceh, banjir

Arsip: Banjir Rob Di Aceh Timur Seorang anak membuang air dari genangan banjir Rob yang merendam rumahnya di Desa Calok Geulima, Idi Rayeuk, Aceh Timur, Aceh, Rabu (22/6/2016). Puluhan rumah warga di kawasan tersebut digenangi banjir rob yang disebabkan tingginya luapan pasang air laut. (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)

Meulaboh, Aceh (ANTARA News) - Banjir genangan air laut (rob) menggenangi permukiman warga Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, karena tidak adanya tanggul sebagai penahan maksimal hempasan gelombang.

"Tidak ada harta benda yang rusak, tapi pasir dan sampah membuat halaman dan rumah kotor. Kejadiannya sudah sejak pagi tadi," kata salah seorang warga Desa Ujung Kalak, Intan (46) di Meulaboh, Senin.

Genangan air laut akibat gelombang tinggi di wilayah pesisir barat selatan Aceh sejak Senin, (30/7) pagi itu, merendam tiga desa, seperti Desa Pasir, Desa Suak Indrapuri dan Desa Ujong Kalak, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat.

Hempasan gelombang dari laut lepas Samudera Hindia - Indonesia itu, juga menyebabkan genangan air laut hingga menutup badan jalan di permukiman warga dekat pantai.

"Sejak Pukul 08.00 WIB, air mulai memasuki rumah. Air laut juga menggenangi halaman rumah penduduk pinggiran pantai. Mungkin karena kerasnya hempasan gelombang yang melewati tembok penahan gelombang," sebutnya lagi.

Dikatakan, meskipun air laut sudah menggenangi halaman rumah penduduk pesisir pantai, namun belum ada warga yang mengungsi karena warga setempat sudah lelah untuk terus menghindar.

Intan, menyampaikan, gelombang pasang terjadi biasanya pada pergantian musim, gelombang laut tersebut terjadi pada pagi hingga sore hari.

"Kendati pun warga tidak mengungsi, tetapi tetap waspada akan datangnya ombak susulan yang menghantam rumah di saat-saat seperti ini," jelasnya.

Ia berkata, gelombang besar sudah berlangsung hampir satu minggu terakhir, namun baru Senin pagi terjadi genangan air laut di halaman rumah, bahkan pasir pun terseret gelombang menutup badan jalan.

Warga setempat, terlihat sudah mulai membereskan barang isi rumah untuk diangkat ke tempat yang lebih aman, hempasan gelombang tidak dapat diduga bisa terjadi lebih besar.

"Bahkan air sumur milik warga tidak dapat digunakan lagi karena telah bercampur dengan air laut. Tanggul goni yang berisikan pasir kini juga tidak berfungsi maksimal untuk menahan banjir rob," keluh wanita itu.

Meskipun telah sering terjadi banjir rob, ?namun tidak terlihat upaya untuk pembangunan tanggul permanen mengantisipasi hal tersebut, jika ombak terus meninggi kemungkinan warga yang tinggal berdekatan dengan laut akan mengungsi.

Pewarta : Anwar
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar