Demokrat sarankan Risma laporkan kecurangan Pilkada Jatim

id Pilkada Serentak 2018,pilkada 2018,calon peserta pilkada 2018

Arsip: Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) melakukan rekapitulasi perolehan suara Pilgub Jatim dan Pilkada Malang di Malang, Jawa Timur, Jumat (29/6/2018). Tahap rekapitulasi yang terdiri dari tiga tahap yakni rekapitulasi tingkat kecamatan, tingkat kebupaten dan tingkat provinsi tersebut ditargetkan selesai pada tanggal 9 Juli 2019. (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)

Surabaya (ANTARA News) - DPC Partai Demokrat Kota Surabaya menyarankan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini jika menemukan adanya indikasi kecurangan dalam Pilkada Jatim segera melaporkan ke Badan Pengawas Pemilu.

"Kalau memang ada indikasi kecurangan di Pilkada Jatim 2018 tentunya harus bisa dibuktikan dengan fakta maupun data di lapangan," kata Wakil Ketua DPC Partai Demokrat Surabaya Junaedi kepada Antara di Surabaya, Sabtu.

Menurut dia, pihaknya akan mengapreasi Wali Kota Risma jika menindaklanjuti adanya kecurangan pilkada dengan mengambil langkah-langkah melaporkan ke Badan Penagwas Pemilu (Bawaslu) Jatim maupun Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Surabaya, dari pada berbicara ke publik tanpa adanya data yang membuat situasi semula kondusif menjadi tidak kondusif.

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Surabaya ini meminta Risma lebih bisa obyektif sekaligus menghormati proses perhitungan suara, baik versi hitungan cepat seperti "quick count" dan "real count", maupun rekapitulasi hitungan manual di tingkat kecamatan yang kini masih berjalan.

Junaedi mengatakan kemenangan Cagub dan Cawagub Jatim Khofifah-Emil di Pilkada Jatim 2018 yang diusung Partai Demokrat dan koalisi partai lain merupakan bukti bahwa warga Surabaya dan Jawa Timur melihat sosok Khofifah-Emil bisa memimpin Jatim ke depan lebih baik. "Untuk itu, saya berterima kasih kepada warga Jawa Timur khususnya Surabaya telah memberikan amanah kepada khofifah-Emil kedepan untuk mengabdi selama lima tahun menjadi Gubenur dan Wakil Guberenur Jatim," katanya.

Hal sama juga dikatakan Sekretaris DPC Partai Demokrat Surabaya Dedy Prasetiyo. Ia mengatakan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini merupakan bagian dari Pemerintah Kota yang merupakan bagiang pendukung suksesnya Pilkada Jatim di Surabaya.

"Mestinya Bu Risma ikut mensuport, jangan mala menambah situasi yang sebetulnya sudah fair menjadi tidak nyaman dengan menyebut ada kecurangan pilkada ke publik," katanya.

Sebaiknya, lanjut dia, berharap wali kota menghormati proses penghitangan suara Pilkada Jatim yang saat ini masih sedang berlangsung. "Kita menunggu hasil resmi KPU. Kalau memang nantinya hasil resmi Khofifah-Emil menang, kami berharap bu Risma legowo, jangan dipanas-panasi. Apalagi dalam deklarasi, tiap pasangan calon siap kalah siap menang," ujarnya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebelumnya melaporkan adanya kecurangan dalam pelaksanaan Pilkada Jatim 2018 kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Risma mengatakan ada sejumlah kecurangan yang membuat pasangan Gus Ipul-Puti Soekarno kalah. Hanya saja, Risma enggan menyampaikan bentuk kecurangan tersebut.

Pewarta : Abdul Hakim
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar