BMKG: cuaca jalur selatan Jateng cerah berawan

id arus balik,jalur selatan,prakiraan cuaca,bmkg

Ilustrasi prakiraan cuaca. (ANTARA FOTO/Jojon)

Cilacap (ANTARA News) - Kondisi cuaca di sepanjang jalur selatan Jawa Tengah pada H+2 Lebaran diprakirakan cerah berawan, kata pengamat cuaca Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Cilacap, Rendi Krisnawan.

"Berdasarkan data yang dikeluarkan Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, kondisi cuaca di seluruh jalur utama Jateng pada hari ini secara umum diprakirakan cerah berawan," katanya di Cilacap, Senin.

Akan tetapi pada Senin (18/6) siang hingga sore hari, kata dia, kondisi cuaca di jalur tengah Jateng diprakirakan berawan.

Ia mengatakan wilayah di jalur tengah Jateng yang berpotensi berawan, antara lain Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, Purwokerto, dan Bumiayu.

Sementara kondisi cuaca di jalur selatan Jateng mulai dari Purworejo, Kebumen, Buntu, hingga Majenang dan wilayah perbatasan Jawa Tengah-Jawa Barat diprakirakan cerah berawan pada Senin (18/6) siang hingga sore hari.

Demikian pula dengan kondisi cuaca di jalur pantai utara (pantura) Jateng secara umum diprakirakan cerah berawan, sedangkan di daerah Gringsing berpotensi berawan pada Senin (18/6) siang hingga sore hari.

"Adapun kondisi cuaca di jalur selatan, jalur tengah, maupun jalur pantura nanti malam, atau pukul 19.00-22.00 WIB secara umum diprakirakan berawan," kata Rendi.

Kendati demikian, dia mengimbau pemudik bersepeda motor yang memanfaatkan arus balik pada H2+2 Lebaran atau Senin (18/6) agar berhati-hati saat melintasi jalur selatan Jateng terutama di wilayah persawahan maupun daerah yang dekat dengan pantai karena tiupan angin cukup kencang.

Menurut dia, kecepatan angin di sepanjang jalur selatan Jateng diprakirakan berkisar 10-25 kilometer per jam yang bertiup dari arah timur laut hingga selatan.

"Jaga keseimbangan dalam berkendara dan jangan lupa menggunakan pelindung badan maupun masker agar terhindar dari debu," katanya.

Pewarta : Sumarwoto
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar