Lukisan Ronnie Jiang laku 2.200 pound di University of Arts London

id ronnie jiang, tenny schneider

London (ANTARA News) - Lukisan karya seniman Indonesia yang menetap di Paris Ronnie Jiang berjudul And The Sheep Will Follow, berukuran 100X73 cm dipamerkan di Chelsea College of Arts, University of the Arts London (UAL) oleh panitia FLUX Exhibition dibeli oleh kolektor seni London yang dihargai sebesar 2.200 poundsterling atau sekitar 43 juta rupiah.

"Saya tidak menyangka kalau lukisan saya laku terjual," ujar Ronnie Jiang, wanita kelahiran Medan kepada Antara London, Minggu.

Sebanyak seratus seniman dari berbagai negara mengelar karya mereka mulai dari lukisan, photo dan patung yang memenuhi gedung pameran di Chelsea College of Arts, London termasuk karya photografer Indonesia Makcik Tenny Schneider asal Palembang yang juga menetap di Paris.

Karya dua perempuan Indonesia dipamerkan di gedung Chelsea College of Arts, itu tidak mudah karena ada kurator yang memilih lukisan yang ditampilkan selama lima hari sejak sejak Rabu lalu hingga Minggu. "Saya bangga kolekasi lukisan saya diterima oleh kurator untuk ditampilkan dan ternyata laku terjual," ujar Ronnie.

Kehadiran Ronnie di London bukan kali pertama kali, karya lukisnya sudah beberapa kali ditampil di London dan juga di negara Eropa lainnya selain Paris dan di Amerika serta Asia, namun dengan terjual nya lukisan karya Ronnie yang bercerita tentang people society, seperti domba-domba diarahin menarik sang kolektor untuk memilikinya.

Menurut Ronnie, lukisan yang berjudul And The Sheep Will Follow, merupakan salah satu seri dari refleksinya tentang system di masyarakat.

"Kadang saya tampilkan message dalam bentuk humor, tapi tetap saya perhatikan segi estetika, kadang orang tidak tahu apa yang terkandung dan hanya meliat lukisan seorang gadis cantik," ujarnya.

Diakuinya terjualnya lukisan mengambarkan seorang perempuan yang sedang mengendong domba-domba karena kolektor tertarik dengan cerita di balik lukisan. Menurut Ronnie karya itu mempunyai makna dalam yaitu tentang masyarakat dimanipulasi untuk tujuan kepentingan politik, lewat social media, televisi bahkan kadang lewat film. Secara tidak langsung kita diinfluence dan diarahkan cara berfikir atau reporter dipunyai politisi melaporkan yang mengarahkan berfikir dan bisa menyesatkan fakta, ujarnya

Ronnie Jiang kelahiran Medan, Sumatra Utara, Indonesia hijrah ke Perancis tahun 2008, dan tahun 2013, ia meluncurkan karya seninya, sebelumnya sebagainya perancang mode.

Sementara itu Makcik Tenny Schneider yang menampilan karya photo seni seorang perempuan Yakuza mengakui ikut dalam pameran di London merupakan yang pertama kali dan sangat bangga sebagai seorang photografer bisa menampilkan karyanya di pameran yang cukup bergengsi ini.

Diharapkan dengan kehadiran dua perempuan Indonesia dalam pameran seni di London akan membuat nama Indonesia makin dikenal dikalangan seniman dan juga kolektor seni di London, demikian Tenny Schneider yang sering memburu photo sampai ke Afrika dan India yang dikenal dengan nama Makcik.

Pewarta : Zeynita Gibbons
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar