110 guru agama disebar ke daerah tertinggal, terluar, dan terdepan

id guru agama,daerah tertinggal,daerah 3t,kementerian agama

Kementerian Agama RI. (FOTO.ANTARA News/ ferly)

Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Agama menyebar 110 guru pendidikan agama Islam yang berasal dari sejumlah wilayah untuk berkiprah di sejumlah daerah terdepan, terluar, dan tertinggal yang tersebar di 19 provinsi.

"Kami terdorong untuk membentengi daerah 3T dari anasir pemikiran ke-Islaman yang transnasional serta gerakan yang merapuhkan ke-Indonesiaan," kata Direktur Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama Imam Safei disela pelepasan guru ke kawasan 3T di Tangerang, Senin.

Dia mengatakan daerah 3T sudah saatnya ditempatkan sebagai benteng awal Indonesia dari pemikiran ke-Islaman yang melemahkan nasionalisme ke-Indonesiaan.

Sebanyak 110 guru itu, kata dia, terbagi kepada dua program. Pertama adalah Program Bina Kawasan dan Program Visiting Teacher.

Program Bina Kawasan, lanjut dia, dilakukan dengan menyebar 50 Guru Pendidikan Agama Islam yang telah diseleksi dan terdiri dari enam perempuan dan 44 laki-laki. Mereka berlatar belakang pendidikan pesantren dan lulusan perguruan tinggi keagamaan Islam yang lulus seleksi.

"Mereka akan ditempatkan di 25 kabupaten daerah 3T di 19 provinsi," kata dia.

Dia mengatakan daerah yang dituju seperti Atambua dan Rote Ndau (Nusa Tenggara Timur), Nunukan (Kalimantan Utara), Kepulauan Aru (Maluku), Natuna (Kepulauan Riau), Sorong (Papua Barat), Pulau Derawan dan Pulau Maratua (Kalimantan Timur), Toli-Toli (Sulawesi Tengah) serta sejumlah daerah 3T lainnya.

Sebanyak 50 guru itu, kata dia, akan mendampingi penyelenggaraan Pendidikan Agama Islam di sekolah dan pendidikan keagamaan Islam di masyarakat lokasi sasaran selama 12 (dua belas) bulan penuh. Mereka akan diberangkatkan secara berangsur-angsur mulai Selasa (12/12).

Sementara itu, Imam Safei mengatakan terdapat program kedua untuk daerah 3T yaitu Program Visiting Teacher yang melibatkan 60 guru Pendidikan Agama Islam terdiri dari unsur GPAI SD, SMP dan SMA masing-masing 20 orang.

Peserta visiting, kata dia, akan diterjunkan ke sejumlah daerah 3T selama sepekan. Program itu didedikasikan untuk mendalami persoalan dan menawarkan solusi atas penyelenggaraan dan metodologi pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah.

"Dengan program ini, diharapkan dapat terjadinya tranformasi penyelenggaraan Pendidikan Agama Islam yang lebih baik di sejumlah daerah 3T," katanya.

Beberapa daerah sasaran program tersebut, kata dia, seperti Bau-Bau (Sulawesi Tenggara), Tidore (Maluku Utara), Flores (NTT), Karimun (Kepulauan Riau) dan sejumlah daerah 3T lainnya.

"Kementerian Agama memfasilitasi dan memberikan pembiayaan secara penuh kepada seluruh peserta yang meliputi biaya hidup, biaya kesehatan dan asuransi, transportasi lokal, akomodasi dan biaya pengembangan program," katanya.

Pewarta : Anom Prihantoro
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar