Ratusan rumah di Rancaekek terendam banjir

id banjir rancaekek, banjir bandung timur

Warga berjalan menembus jalan yang terendam luapan air Sungai Citarum, di Desa Deyeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/11/2017). Sungai Citarum meluap akibat tingginya intensitas curah hujan sehingga merendam kawasan Dayeuhkolot. (ANTARA /M Agung Rajasa )

Bandung (ANTARA News) - Ratusan rumah di Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, terendam banjir, bahkan menutup badan jalan, akibatnya warga sulit beraktivitas, Rabu.

Banjir di kawasan Bandung Timur itu sudah terjadi sejak Selasa (21/11) malam akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut. Hingga Rabu pagi, banjir masih menggenangi badan jalan di beberapa titik di Kecamatan Rancaekek.

Seorang warga Desa Kencana yang rumahnya terdampak banjir Yopi Listiawan mengatakan, banjir sudah terjadi sejak Selasa malam dengan ketinggian air sampai merendam sepeda motor.

"Di daerah Buah Batu tadi malam tidak bisa dilewati kendaraan mmotor karena airnya tinggi dan deras," kata Yopi.

Ia menyampaikan, banjir juga melanda sebagian besar kawasan Perumahan Bumi Rancaekek Kencana, bahkan sempat masuk ke dalam rumah.

Namun menjelang dini hari, kata Yopi, air di dalam rumah mulai surut, sedangkan di jalan lingkungan perumahan masih digenangi banjir.

"Kalau banjir di rumah sudah surut, tapi yang di jalan sampai sekarang belum surut, saya sendiri tidak bisa berangkat kerja karena terjebak banjir," katanya.

Menurut dia, banjir di perumahan Bumi Rancaekek Kencana sudah sering terjadi setiap musim hujan, dan pemerintah sepertinya tidak ada upaya menyelesaikan banjir.

Sebelumnya, kata dia, perumahan yang sudah dihuni lebih dari 20 tahun itu tidak pernah dilanda banjir separah saat ini yang berlangsung lama bahkan sampai masuk rumah.

"Kalau dulu banjir hanya di jalan saja, dan tidak lama, kalau sekarang sampai masuk rumah, banjir ini terjadi sejak jalan dibeton dan ditinggikan," katanya.

Warga lainnya di Perumahan Bumi Rancaekek Kencana, Yoga mengatakan, banjir biasanya hanya terjadi di jalan depan rumah.

"Biasanya tidak sampai masuk rumah, sekarang, air dari jalan meluap masuk rumah," katanya.

Pewarta : Feri Purnama
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar