Mendag dan ribuan mahasiswa NTT deklarasi kebangsaan lawan radikalisme

id sumpah pemuda, mendag enggartiasto lukita, deklarasi kebangsaan lawan radikalisme, empat pilar, uud45, pancasila, nkri, bhineka tunggal ika

Dokumentasi Menteri Hasil Perombakan Kabinet Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita berpose usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (27/7/2016). Presiden Joko Widodo melakukan penggantian terhadap 12 menteri dan satu kepala badan dalam Kabinet Kerja. (ANTARA/Widodo S. Jusuf) ()

Kupang (ANTARA News) - Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita bersama ribuan mahasiswa dari sejumlah Perguruan Tinggi se-Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sabtu, memadati lapangan Mapolda NTT untuk menggelar aksi kebangsaan dengan mendeklarasikan gerakan melawan radikalisme.

Dalam pantauan, aksi kebangsaan yang dimulai sekitar Pukul 16.00 WITA itu dihadiri pula Kepala Kepolisian Daerah NTT, Anggota DPR RI, perwakilan Forkopimda, sejumlah rektor perguruan tinggi negeri dan swasta di Kupang, dan para tokoh agama dan organisasi kepemudaan setempat.

Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita dalam kesempatan itu mengatakan, bahwa saat ini Indonesia dalam perjalan menuju negara besar yang diperhitungkan negara-negara lain di kancah dunia.

"Namun pencapaian tersebut akan sia-sia jika ada kekuatan lain hadir memecah-belah persatuan bangsa dan menggantikan Pancasila, karena Indonesia diperhitungkan karena keutuhannya dari Sabang sampai Marauke," katanya.

Untuk itu, ia mengajak para mahasiswa maupun pemuda sebagai generasi penerus bangsa agar tetap berkomitmen mempertahankan pilar kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI) dari ancaman kehadiran ideologi lainnya.

"Mahasiswa dan pemuda harus kritis dan tetap gigih di garda terdepan manakala ada ideologi lain hadir mengancam dan mencoba mengoyak keutuhan bangsa dan negara tercinta ini," katanya.

Menteri juga mengajak generasi muda di provinsi itu untuk tetap saling menghargai dan menghormati dalam kehidupan bersama dan bekerjasama mewaspadai potensi ancaman yang berbahaya bagi keutuhan bangsa dan negara di masa depan.

"Generasi masa lalu hingga kini sudah berbuat untuk mempertahankan keutuhan bangsa dan negara ini, untuk itu tugas selanjutnya harus bisa merawat dan menjaganya untuk masa depan," katanya.

Sementara itu, Kapolda NTT Irjen Pol Agung Sabar Santoso dalam kesempatan itu mengatakan, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam melahirkan generasi pelajar yang cinta tanah air melalui nilai-nilai yang ditanamkan.

"Kontribusi perguruan tinggi banyak membantu tidak hanya Pemerintah namun semua pihak dalam pengamalan nilai-nilai agama bagi generasi pelajarnya," katanya.

Menurutnya, perguruan tinggi di NTT telah menunjukkan sumbangsihnya yang besar meningkatkan kualitas toleransi dalam kehidupan beragama di masyarakat.

Untuk itu, ia berharap sinergi perguruan tinggi dengan Kepolisian pun terus terjalin agar ancaman kehadiran radikalisme dan berbagai ideologi lain selain Pancasila dapat dihadang dan diatasi.

Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar