Pringsewu (ANTARA News) - Pelaku Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM) di Provinsi Lampung mengharapkan pemerintahan Presiden Joko Widodo--Jusuf Kalla dapat meningkatkan daya saing pasar nasional.

"Kesulitan masyarakat khususnya pelaku UMKM adalah memasarkan hasil produksinya dan ini lebih karena minimnya pengetahuan pasar terkait hasil usaha," kata Muhadi, pelaku usaha kue nangka di Pringsewu, Selasa.

Menurut dia, kendala pasar yang masih minim yang membuat pelaku usaha kecil harus bangkrut akibat hal tersebut.

Selain itu, Muhadi, juga mengharapkan, perizinan usaha semakin mudah sehingga akan bertambah pesat peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah ini.

Warga Provinsi Lampung inipun berharap, bantuan pemerintah terkait permodalan usaha terus ditingkatkan agar dapat menunjang pengentasan kemiskinan.

Hal serupa diutarakan oleh pedagang kue tradisional, Dito Dwi menyebutkan perizinan usaha serta modal yang masih sering menjadi kendala para pelaku usaha kecil di provinsi ini.

"Mudah-mudahan dengan telah resmi Pak Jokowi menjadi Presiden diharapkan dapat membawa perubahan ke arah yang lebih baik lagi," ujarnya.

Paling tidak, ia melanjutkan, dalam upaya mencari nafkah tidak lagi mengalami kesulitan atas hal-hal seperti birokrasi yang panjang dan mahal.

"Seluruh kegiatan pemerintah sebaiknya pro rakyat sehingga upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud," tambahnya.

Pedagang kecil di Kota Bandarlampung Provinsi Lampung juga berharap pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dapat memberikan kemudahan dalam memperoleh fasilitas kredit usaha yang saat ini masih sangat sulit didapatkan.

"Kami berharap pedagang kecil menjadi prioritas dalam mengelola perekonomian negara ini," kata Sari (39), pedagang pempek di Kecamatan Way Kandis, Bandarlampung.

Dia menyebutkan, harapan para pedagang seperti dirinya salah satunya bisa mendapatkan kemudahan dalam proses dan pengambilan kredit usaha di bank agar dapat memperluas usaha dagangannya.

Menurutnya, meskipun sudah ada Kredit Usaha Rakyat (KUR) namun pedagang kecil masih sulit untuk memperolehnya, karena masih dianggap kurang produktif.

"Kami masih dianggap kurang menghasilkan, padahal jika modal mencukupi saya tentu bisa memasarkan dagangan lebih luas. Jika pemasarannya lebih luas, hasilnya pun akan lebih banyak," katanya pula.

Menurutnya, sejumlah bank juga ada yang memberikan pinjaman, tapi bunganya terlalu tinggi dan kebanyakan bank umum tidak ada yang memberikan kemudahan.

Karena itu, dia berharap dengan adanya pemimpin baru di negeri yang besar ini, para pedagang dapat memperoleh kemudahan dalam mendapatkan KUR.

Harapan serupa disampaikan Rohim (38), pedagang somay yang juga mengeluhkan masih sulit mendapatkan KUR.

"Saya berharap presiden yang baru dapat membantu kami melalui koperasi untuk mendapatkan pinjaman bagi modal usaha," kata dia lagi.

Ia menambahkan, selama ini melalui bank masih sangat sulit mendapatkan pinjaman usaha, sehingga pedagang sering terpaksa meminjam ke rentenir yang bunganya sangat tinggi.
(AS*A054)

Editor: Desy Saputra
Copyright © ANTARA 2014