Parigi Moutong genjot vaksinasi COVID-19 di pasar tradisional

id Dinkesparimo, Fauziah, vaksinasi, pasar tradisional, pemkabparimo, sulteng

Parigi Moutong genjot vaksinasi COVID-19 di pasar tradisional

Kegiatan vaksinasi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai kontrak di lingkungan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, di Parigi, Senin (25/10/2021). ANTARA/Moh Ridwan

Parigi (ANTARA) -
Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah menggenjot kegiatan vaksinasi guna mengejar capaian target dengan menyasar pasar-pasar tradisional di kabupaten itu.
 
"Kami sengaja menyasar pasar tradisional, karena pasar tempat pertemuan masyarakat berbelanja kebutuhan hidup, sekaligus mendekatkan layanan vaksinasi kepada publik," kata Kepada Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Parigi Moutong Fauziah Al Hadad, di Parigi, Senin.
 
Ia menjelaskan, capaian vaksinasi Parigi Moutong saat ini masih cukup rendah dan berada di urutan ke empat terakhir dari 13 kabupaten/kota di Sulawesi Tengah, olehnya kegiatan ini perlu digenjot, minimal Desember 2021 target capaian bisa berada di angka 70 persen.
 
"Berbicara soal presentasi, otomatis kabupaten ini kelihatan rendah, karena pembagi Parigi Moutong cukup banyak dengan target sasaran 323.117 jiwa atau sekitar setengah dari sasaran target kabupaten/kota di Sulteng," ucap Fauziah.
 
Saat ini, menurut dia, jumlah warga kabupaten tersebut yang telah mendapat layanan vaksinasi kurang lebih 60 ribu jiwa, baik vaksinasi tahap satu dan dua.

Baca juga: 3T di Parigi Moutong-Sulteng dioptimalkan via laboratorium bergerak
Baca juga: Pandemi COVID-19, Dinkes tetap laksanakan penanganan kekerdilan

Ia mengemukakan, Parigi Moutong telah mendapat tambahan porsi vaksin dari Pemerintah Sulawesi Tengah sebanyak 100 ribu lebih dosis. Tambahan ini dinilai sangat membantu percepatan membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok.
 
"Pemerintah terus berupaya melakukan pelayanan yang optimal dalam pemenuhan vaksinasi COVID-19, meskipun wilayah Parigi Moutong cukup luas yakni 472 kilometer persegi hal itu bukan penghalang untuk mengejar capaian target," kata Fauziah menuturkan.
 
Pada skema vaksinasi di pasar tradisional, pemerintah setempat tidak hanya menyasar para pedagang, tetapi juga masyarakat umum dengan melibatkan Puskesmas terdekat.
 
Ke depan, Dinkes juga berencana membuka gerai-gerai vaksinasi di tempat-tempat umum lainnya, agar masyarakat mudah mengakses layanan ini.
 
Sebelumnya, pemerintah setempat juga telah menggencarkan vaksinasi di daerah terpencil dengan target 6.290 orang, yang meliputi 3.340 warga di Kecamatan Tinombo, 1.250 warga Palasa, 1.500 warga Tomini, serta masing-masing 100 warga di Ongka Malino dan Mepanga melibatkan sejumlah pihak mulai dari petugas Puskesmas, TNI/Polri hingga pemerintah desa.
 
"Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam memenuhi capaian target vaksinasi, oleh karena itu keterlibatan para pihak sangat dibutuhkan dan sangat membantu. Hari ini (Senin-red) kami juga menggelar vaksinasi kepada ASN dan pegawai kontrak masing-masing instansi berpusat di satu tempat," demikian Fauziah.

Baca juga: Zona orange COVID-19 di Sulawesi Tengah tersisa satu daerah

Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar