Satgas Nemangkawi lakukan penegakan hukum terhadap KKB di Kiwirok

id satgas Nemangkawi,kkb kiwirok,kapolda papua, nakes

Satgas Nemangkawi lakukan penegakan hukum terhadap KKB di Kiwirok

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri. ANTARA/Evarukdijati.

Jayapura (ANTARA) - Kapolda Papua Irjen Pol. Mathius Fakhiri menyatakan personel satgas Nemangkawi yang ditugaskan ke Kiwirok akan melakukan penegakan hukum terhadap KKB (kelompok kriminal bersenjata).

Saat ini personel dari satgas Nemangkawi sudah berada di Kiwirok dan akan melakukan penegakan hukum terhadap anggota KKB yang melakukan teror ke masyarakat.

Selain itu penambahan personel dari satgas Nemangkawi juga agar olah TKP dapat segera dilaksanakan mengingat dalam insiden itu ada warga sipil yang juga tenaga kesehatan menjadi korban, baik meninggal maupun luka-luka karena dianiaya, tutur Irjen Pol. Fakhiri kepada ANTARA di Jayapura, Sabtu.
 
Diakui, perkuatan personel di Kiwirok terus dilakukan agar wilayah itu kembali aman dari kelompok kriminal bersenjata yang dipimpin Lamek Taplo.

Baca juga: Satgas Nemangkawi gerebek rumah tempat penyimpanan senpi untuk KKB

Baca juga: Satgas Nemangkawi tangkap buronan KKB penyedia senjata api
 
"Personel dari satgas Nemangkawi akan bertugas di Kiwirok hingga wilayah itu dinyatakan aman," ucap Irjen Pol Fakhiri seraya mengaku teror menyebabkan satu nakes meninggal akibat luka dianiaya KKB.
 
Selain itu empat nakes lainnya juga mengalami luka-luka dan sempat di rawat di rumah sakit dan mendapat pendampingan dari psikolog agar dapat mengatasi traumanya.
 
Ketika ditanya tentang gangguan selama proses evakuasi warga sipil dari Kiwirok, Kapolda mengakui proses evakuasi berjalan aman dan lancar.
 
Saat ini ke 17 warga sudah berada di Oksibil dan anggota sedang memberikan pendampingan atau trauma healing, ujar Kapolda Irjen Pol. Fakhiri.

Baca juga: GAMKI minta tindak tegas pelaku kekerasan atas nakes di Kiwirok Papua

Baca juga: 11 warga dievakuasi dari Kiwirok

Pewarta : Evarukdijati
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar