Pasien COVID-19 meninggal di Riau sebagian besar belum divaksin

id vaksin riau, covid riau,kasus COVID-19

Pasien COVID-19 meninggal di Riau sebagian besar belum divaksin

Petugas membawa jenazah pasien COVID-19 di Kota Dumai, Riau, beberapa waktu lalu. (ANTARA/Aswaddy Hamid/21)

Pekanbaru (ANTARA) - Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Riau dr Indra Yovi mengatakan kasus kematian karena terpapar COVID-19 di wilayah itu beberapa hari ini mengalami peningkatan, dan sebagian besar yang meninggal belum divaksin.

"Rata-rata pasien yang meninggal berusia di atas 50 tahun dan belum divaksin COVID-19. Jadi, pentingnya vaksin itu untuk meningkatkan kekebalan terhadap kemungkinan terpapar COVID-19 yang berat. Kalau sudah divaksin, jika kena COVID-19 kondisinya ringan dan sedang," kata Indra Yovie di Pekanbaru, Minggu.

Baca juga: Bertambah 39, positif COVID-19 di Kepulauan Riau capai 1.777 kasus

Baca juga: Vaksinasi massal TNI AU di Kampar-Riau diapresiasi


Dia mengatakan pasien COVID-19 yang meninggal tersebut, pada umumnya terlambat dibawa ke rumah sakit. Pada umumnya pasien dibawa ke rumah sakit dalam kondisi sudah berat.

"Sekarang kasus kematian di atas 40 orang, dalam satu jam hampir satu atau dua orang meninggal. Sebulan lalu saya bilang setiap tiga jam ada satu pasien meninggal. Sekarang, setiap satu jam ada satu sampai dua pasien meninggal," ucapnya.

Pada Sabtu (31/7) terdapat 50 kasus kematian pasien COVID-19 di seluruh wilayah Riau yang tersebar di 12 kabupaten dan kota, kecuali Kabupaten Kepulauan Meranti yang tidak ada kasus kematian.

Indra Yovi mengatakan tingginya angka kematian juga disebabkan tingginya jumlah kasus. Sedangkan, tingginya kasus akibat menurunnya disiplin masyarakat menerapkan protokol kesehatan.

"Semakin banyak jumlah yang positif, banyak pula pasien meninggal. Itu rumusan pasti. Kalau mau menurunkan angka kematian ya harus diturunkan angka hariannya dengan cara meningkatkan protokol kesehatan. Bukan testingnya yang dikurangi, itu tak boleh. Sekarang testing di Riau sudah melebihi standar WHO, mencapai lebih 4.000 sampel per hari," paparnya.

Baca juga: Kemarin, instruksi perpanjangan PPKM hingga hukuman pembakar lahan

Pewarta : Vera Lusiana
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar