Menteri PPPA ajak rayakan Hari Anak melalui permainan tradisional

id Hari Anak Nasional,Kemenpppa,Permainan Tradisional

Menteri PPPA ajak rayakan Hari Anak melalui permainan tradisional

Peserta ikut lomba permainan sekaligus olahraga tradisional di Lapangan Desa Paron, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Rabu (16/6/2021). ANTARA Jatim/ Asmaul Chusna

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati mengajak merayakan Hari Anak Nasional (HAN) melalui festival permainan tradisional Indonesia.

“Kenapa saya katakan saya tertarik untuk menyampaikan dan menggalakkan permainan tradisional, saya melihat sisi positif ya. Sehat baik secara fisik dan mental,” kata Menteri Bintang dalam bincang-bicang bersama ANTARA di Jakarta, Rabu, saat menjelaskan alasan memilih permainan tradisional sebagai tema untuk hari anak tahun ini.

Bintang menjelaskan, Hari Anak Nasional yang akan dirayakan pada 23 Juli tersebut mengusung tema "Anak Terlindungi Indonesia Maju" dengan menggunakan permainan tradisional anak Indonesia.

Selain dapat menyehatkan secara fisik maupun mental, dia melihat bahwa permainan tradisional memiliki nilai hidup yang dapat membantu anak-anak untuk memupuk kebersamaan, belajar bekerja sama, menjunjung kejujuran dan membangun toleransi.

“Dalam permainan tradisional, kita tidak akan melihat latar belakang anak-anak. Kita akan bisa bermain bersama-sama, dan banyak nilai filosofi hidup yang bisa kita petik dari permainan tradisional tersebut,” kata dia.

Baca juga: Pentingnya melindungi kesehatan mental anak saat pandemi COVID-19
Baca juga: KPK sebut anak-anak harus jadi pelopor kejujuran

 

Salah satu pendiri dan Direktur Bisnis kanal Youtube Kok Bisa Gerald Sebastian dalam bincang-bincang tersebut menanggapi bahwa dengan bermain sebuah permainan, dapat melatih perkembangan kognitif serta gerakan refleks pada anak.

“Main game kalo dilihat buruknya ada, tapi baiknya lebih banyak sebenarnya. Bisa melatih kognitif kita, membuat refleks baik game lewat mobile atau pc kita,” kata Gerald.

Ia juga mengatakan melalui permainan, anak bisa menjalin silaturahim, melakukan sosialisasi dan membantu membuat anak menjadi relaks.

Setelah mengetahui kondisi anak Indonesia di masa pandemi COVID-19 ini, Gerald mengungkapkan ingin melakukan terobosan membuat sebuah konten edukasi untuk semua kalangan tidak hanya untuk anak saja.

“Kita ingin lebih banyak konten edukasi yang ada di Indonesia. Buat siapa, bukan kita saja. Tapi buat anak-anak, guru, buat murid dan lain-lain,” jelas dia saat ditanya soal terobosan yang ingin dilakukan agar anak tidak bosan selama di rumah.

Walaupun permainan banyak memberi sisi positif, Menteri Bintang mengimbau seluruh orang tua untuk harus tetap memberikan pengawasan dan pendampingan kepada seorang anak saat bermain, terutama saat bermain internet.

Baca juga: Festival AMAN 2021 momen lindungi anak dari kejahatan internet
Baca juga: Menteri Bintang ajak anak Indonesia wisata edukatif secara virtual


Pewarta : Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Desi Purnamawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar