Negara Afrika akan segera terima donasi vaksin COVID-19 dari AS

id afrika,donasi vaksin amerika serikat,vaksin covid 19,covax

Negara Afrika akan segera terima donasi vaksin COVID-19 dari AS

Sejumlah pelajar berdiri pada tanda jarak fisik saat mengantre makanan sekolah di kota Gugulethu ketika diberlakukan karantina secara nasional untuk mencegah penyebaran penularan virus corona (COVID-19) di Cape Town, Afrika Selatan (24/4/2020). ANTARA/REUTERS/Mike Hutchings/TM/aa. (REUTERS/MIKE HUTCHINGS)

Jenewa (ANTARA) - Hampir 50 negara Afrika akan menerima 25 juta dosis vaksin COVID-19 yang disumbangkan oleh Amerika Serikat (AS), dengan pengiriman pertama ke Burkina Faso, Djibouti, dan Ethiopia dalam beberapa hari mendatang, kata pejabat AS dan aliansi vaksin GAVI pada Jumat.

Presiden AS Joe Biden telah berjanji untuk membagikan 80 juta vaksin buatan AS kepada negara-negara di seluruh dunia untuk melindungi yang paling rentan dan membendung penularan virus corona.

“Dalam kemitraan dengan Uni Afrika dan COVAX, Amerika Serikat dengan bangga menyumbangkan 25 juta vaksin COVID-19 ke 49 negara Afrika. Pemerintahan Biden berkomitmen untuk memimpin respons global terhadap pandemi dengan menyediakan vaksin yang aman dan efektif kepada dunia," kata Gayle Smith, koordinator Departemen Luar Negeri AS untuk pemulihan COVID-19 dan kesehatan global.

Hampir satu juta dosis vaksin Johnson & Johnson akan dikirim ke Burkina Faso, Djibouti, dan Ethiopia dalam beberapa hari mendatang, menurut pernyataan pemerintah AS. Sisanya akan dikirim dalam beberapa minggu mendatang.

Afrika mencatat lonjakan kematian sebanyak 43 persen akibat COVID-19 pekan lalu karena infeksi dan rawat inap meningkat dan negara-negara menghadapi kekurangan oksigen dan tempat tidur perawatan intensif, kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Kamis (15/7).

Utusan Khusus Uni Afrika Strive Masiyiwa mengatakan sumbangan AS ke 49 negara dihargai "terutama pada saat ini ketika kita menyaksikan gelombang ketiga di sejumlah negara Afrika".

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, yang berasal dari Ethiopia, telah menyerukan untuk memvaksin sedikitnya 10 persen dari penduduk paling rentan di setiap negara, termasuk petugas kesehatan dan orang tua, pada September.

Program berbagi vaksin global COVAX sejauh ini telah mengirimkan 121 juta dosis ke 136 negara yang sebagian besar berpenghasilan rendah dan menengah, jauh dari target awalnya, karena kendala pasokan sejak India menangguhkan ekspor vaksin. Program tersebut dijalankan oleh GAVI dan WHO.

Sumber: Reuters
Baca juga: WHO: Kematian mingguan COVID-19 di Afrika naik 43 persen
Baca juga: IMF: Afrika sangat butuh vaksin untuk hentikan gelombang COVID
Baca juga: J&J setuju pasok 400 juta dosis vaksin COVID untuk Uni Afrika

Pewarta : Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar